Sekolah di Jatinegara Dibangun 8 Lantai
Rencananya, SMP Negeri 14 tidak akan dihapuskan, melainkan disatukan dengan SD Negeri Bali Mester 03.
Laporan Reporter Warta Kota, Ahmad Sabran
WARTA KOTA, BALAI KOTA - Rencana pemindahan sekolah di Jatinegara, Jakarta TImur untuk dijadikan lahan penampungan Pedagang Kaki Lima (PKL) terus dimatangkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Rencananya, SMP Negeri 14 tidak akan dihapuskan, melainkan disatukan dengan SD Negeri Bali Mester 03.
Kepala Bidang Sarana Prasarana, Dinas Pendidikan DKI Jakarta Didi Sugandi, Sabtu (26/10) mengatakan, rencananya, dua gedung sekolah akan dijadikan satu sekolah. ”Kita sedang rencanakan membangun sekolah delapan lantai, kalau ini jadi, ini sekolah negeri pertama yang sampai delapan lantai, lokasinya di SD 03 Bali Mester,” ujarnya.
Didi mengatakan, pembangunan gedung ini sedang dalam tahap perencanaan di Dinas Pendidikan. Rencananya, usulan pembangunan gedung ini akan dimasukkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta 2014 mendatang. Didi juga mengaku belum tahu berapa anggaran yang dibutuhkan karena masih dalam perencanaan.
”Desainnya sedang disiapkan, memperhatikan luas tanah, juga memperhatikan aturan tata ruangnya, juga fasilitas di sekolah itu nantinya, kan ada SMP dan juga ada SD,” Jelasnya.
Dinas Pendidikan DKI mempertimbangkan masih diperlukannya sekolah di kawasan tersebut, karena masih banyak warga di pemukiman di kawasan Jakarta. Menurut Didi, karena jumlah lantainya yang cukup banyak, maka gedung sekolah delapan lantai ini juga akan dilengkapi lift atau elevator untuk membawa murid dan guru naik dan turun.
”Mungkin sekolah swasta sudah banyak yang pakai lift, tapi ke depan sekolah negeri juga pakai, jangan heran nanti akan ada sekolah negeri delapan bahkan sampai 10 lantai,” ujarnya.
Seperti diketahui, Pemprov DKI akan memindahkan SMP Negeri 14. Anggota DPRD DKI Komisi E, Johnny Simanjuntak mengatakan, memang sebaiknya sekolah tidak ditutup untuk memberi lahan bagi PKL. Ia menilai gedung baru untuk SMP Negeri 14 harus sudah dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar sebelum dipindahkan untuk dibongkar.
”Lain hal nya kalau sekolah itu sudah tidak aktif, atau sudah ditutup,” jelasnya.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku belum mengetahui secara detail rencana pembangunan gedung sekolah delapan lantai tersebut. ”Saya belum dipaparkan soal itu, tapi kalau memang dibutuhkan, ya bisa saja (sampai delapan lantai),” ujarnya di kawasan Monas, kemarin.
Menurut pria yang biasa disapa Ahok ini alasan dipilihnya gedung SMPN 14 sebagai lokasi relokasi PKL Jatinegara, disebakan kondisi lingkungan sekolah yang sudah tidak ideal. Pasalnya, lalu lintas sangat ramai sehingga dapat membahayakan keselamatan para siswa.
Selain itu jumlah siswa yang menempuh pendidikan di tiga sekolah juga tidak terlalu banyak. Ia menilai lebih baik siswa bersekolah di lingkungan dekat rumahnya.
Ia menegaskan, lahan gedung SMPN 14 tidak hanya dijadikan sebagai tempat berjualan PKL, melainkan juga akan dibangun rusun yang diperuntukkan warga miskin dan relokasi bantaran kali.