Minggu, 12 April 2026

Operasi Tangkap Tangan

Ulama dan Santri Banten Yasinan di Gedung KPK

Sejumlah santri dan ulama dari sejumlah daerah di Banten kembali mendatangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi, Jumat (25/10/2013).

Editor: Suprapto

WARTA KOTA,  KUNINGAN-- Sejumlah santri dan ulama dari sejumlah daerah di Banten kembali mendatangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi, di Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (25/10/2013). Mereka datang untuk mengadakan acara yasinan di Kaveling C-1.

Menurut seorang santri, Dudung Abdurrahman, pihaknya datang buat memberi support moril kepada KPK atas isu santet yang selama ini berkembang dengan menggelar yasinan bersama di kantor KPK.

"Ini inisiatif kami sendiri, gerakan moral untuk mendukung KPK. Jadi KPK nggak usah takut santet," kata Dudung saat ditemui di kantor KPK, Jumat siang.

Dudung mengaku, selama ini ada isu berkembang KPK bakal disantet lantaran mencoba menyingkap dugaan korupsi di Banten. Untuk itu, dia bersama sejumlah santri dan ustaz dari Serang, Pandeglang, dan Rangkasbitung yang dipimpin Ustaz Ahya Anshori, mendatangi KPK.

"Ini syukuran mendukung KPK, jangan sampai ada rasa terkenan dengan isu klenik," ujarnya.

Dudung pun mengimbau, KPK untuk fokus menyidik dugaan suap yang menjerat Tubagus Chaeri Wardana, adik Kandung Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, sebagai tersangka.

"Yang seperti itu (isu santet) jangan digubris. Itu cuma nakutin saja," ujarnya.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved