Dehidrasi Bisa Akibatkan Keguguran

Dehidrasi alias kekurangan cairan tubuh pada ibu hamil dapat membahayakan janin, bahkan bisa mengakibatkan keguguran.

Palmerah, Wartakotalive.com

Dehidrasi alias kekurangan cairan tubuh pada ibu hamil dapat membahayakan janin, bahkan bisa mengakibatkan keguguran. Kekurangan air menyebabkan aliran darah yang membawa makanan dan oksigen dari ibu menuju plasenta terganggu.

”Frekuensi buang air kecil pada ibu hamil cukup tinggi sehingga harus diseimbangkan dengan mengonsumsi cukup cairan,” kata Koordinator Pelayanan Masyarakat Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Inge Permadhi seusai acara Inauguration and Press Conference tentang ”Hasil Karya Indonesian Hydration Working Group (IHWG) untuk Ibu Hamil dan Menyusui, Siswa TK dan SD, dan Para Praktisi Kesehatan Indonesia”, di Jakarta, Kamis (10/10).

Menurut Inge, seringnya ibu hamil buang air kecil karena kandung kemih tertekan rahim yang membesar. ”Saat hamil muda banyak yang muntah-muntah. Itu tidak boleh dianggap sepele, apalagi tidak makan selama beberapa hari,” ujar Inge.

Selama masa kehamilan, kebutuhan air bagi ibu hamil cukup tinggi untuk mendukung sirkulasi darah dan asupan zat gizi ke janin. Air juga untuk memproduksi cairan ketuban, yang berfungsi memberikan perlindungan bagi pertumbuhan janin, mendukung pertumbuhan anatomi tubuh, dan berperan pada perkembangan paru janin.

Tambahan asupan air diperlukan sebab komponen terbesar janin setiap usia kehamilan adalah air. Jika pada tubuh manusia dewasa, kandungan air 60-70 persen, pada tubuh janin 70-90 persen.

Inge mengatakan, penambahan cairan ke dalam tubuh bisa melalui minuman ataupun makanan, dengan komposisi minuman 80 persen dan makanan 20 persen. ”Untuk minuman, sebaiknya ibu hamil mengonsumsi air putih karena air putih merupakan zat gizi makro-esensial,” ujar Inge.

Kepada ibu hamil direkomendasikan untuk mengonsumsi air minimal 2,7 liter per hari. Standar normal perempuan dewasa adalah 2,3 liter per hari.

Produksi ASI
Ketua IHWG Saptawati Bardosono menambahkan, asupan air yang cukup dalam tubuh ibu hamil membantu produksi air susu ibu pasca-melahirkan. Ibu menyusui pada masa puncak laktasi diperkirakan membutuhkan tambahan asupan cairan sekitar 785 ml per gram per hari.

”Apalagi Indonesia daerah tropis, potensi ibu mengalami dehidrasi cukup tinggi. Hal ini bisa mengurangi produksi ASI. Itu bisa diatasi dengan terus mengonsumsi air putih,” kata Saptawati. (K07)

Editor: Andy Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved