Jumat, 10 April 2026

Pengamat: Jalan Berbayar Manual di Jakarta Tak Masalah

Pengendalian kemacetan di Jakarta harus dihadapi dengan sistem yang ekstrim.

|

Jakarta, Wartakotalive.com

Menanggapi rencana pemberlakuan jalan berbayar manual, Direktur Institut Studi Transportasi (Instran) Darmaningtyas mengatakan hal tersebut bisa saja dilakukan.

"Saya kira pembatasan memang harus segera, jangan menunggu angkutan umum bagus dulu, apapun jenis sistem pengendalian kemacetan lalu lintas harus dapat mengurangi volume kendaraan pribadi di jalan raya," ujarnya, hari ini.

Dikatakan Darmaningtyas, masyarakat harus dipastikan memahami tentang kebijakan tersebut sehingga nanti tidak ada resistensi, termasuk tarif yang mencapai Rp1 juta per bulan.

Menurutnya, bagi pengendara yang setiap hari lewat Jalan Sudirman -Thamrin tidak akan keberatan dengan jalan berbayar manual. Namun, penolakan pasti terjadi bagi pengendara yang hanya sesekali melintas di area tersebut.

Pria yang akrab disapa Tyas ini mengatakan pengendalian kemacetan di Jakarta harus dihadapi dengan sistem yang ekstrim. Bila tidak, harapan untuk mendapatkan kelancaran lalu lintas sulit tercapai.

"Masyarakat Ibukota sangat mencari pilihan alternatif untuk menggunakan kendaraan pribadi. Kalau tidak boleh pakai mobil, mereka bisa saja menggunakan sepeda motor," ujarnya.

Sedangkan alternatif bus gratis di sepanjang jalan berbayar manual juga jangan sampai tumpang tindih terhadap operasional angkutan umum yang sudah ada. Namun demikian, Tyas tetap berpendapat ERP bisa segera dilaksanakan oleh Pemprov DKI.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved