Kurikulum 2013

Kesiapan Guru Masih Menjadi Persoalan

Guru-guru di sekolah yang ditunjuk menjadi sekolah sasaran implementasi Kurikulum 2013 hingga kini merasa belum mantap.

|

Banjarnegara, Wartakotalive.com

Guru-guru di sekolah yang ditunjuk menjadi sekolah sasaran implementasi Kurikulum 2013 hingga kini merasa belum mantap. Apalagi, pendampingan dari guru inti untuk membantu mereka mengembangkan pembelajaran mengacu kurikulum baru juga tidak jelas.

”Guru-guru kesulitan karena persiapan mendadak. Mereka kesulitan mengembangkan metodologi pengajaran yang pas seperti dimaui Kurikulum 2013,” ujar Lydia, guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan SMPN 2 Bawang, Banjarnegara, Jawa Tengah, Minggu (8/9).

Para guru juga masih kebingungan menyiapkan instrumen evaluasi atau penilaian. Dibutuhkan pendidikan dan pelatihan lebih lanjut untuk memastikan pembelajaran yang diterapkan memang berbeda dari sebelumnya.

Wijaya Kusmah, guru SMP Labschool di Jakarta, mengatakan, pada penerapan Kurikulum 2013 tahun ini para guru merasakan persiapan kurang matang karena harus mengikuti target pemerintah yang persiapannya serba mendadak.

Dari laporan pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), ketidaksiapan guru terbukti menjadi kenyataan karena pelatihan singkat dan terburu-buru. ”Pendampingan tidak mulus. Masih ada kebingungan,” kata Retno Listyarti, guru SMAN 13 Jakarta yang juga Sekjen FSGI. (ELN)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved