Nilai Bangunan SPPT PBB di Surabaya Meningkat

Jika harga tanah di Surabaya setiap tahun semakin tinggi, tidak dapat disangkal. Namun nilai bangunan pada umumnya menurun, ini juga diakui dunia usaha.

Editor: Andy Pribadi

Palmerah, Wartakotalive.com

Saya pensiunan pegawai negeri sipil, memiliki rumah di Surabaya selatan, Jawa Timur, dengan NOP 35.78.041.001.024-0194.0. Nilai bangunan berdasarkan SPPT PBB 2013 tanggal 6 Februari 2013 tercatat Rp 1.200.000/meter. Berapa nilai bangunan tahun 2012, saya tidak mengetahui karena tidak menerima SPPT PBB.

Namun, nilai bangunan 2011 tercatat Rp 505.000/meter. Saya menilai ini janggal. Bangunan saya asli, tidak pernah diubah. Tembok tetap plester dicat, tidak diganti keramik atau marmer. Luas memang berubah (versi SPPT PBB 2013), dahulu 49 meter, sekarang 100 meter per segi. Logika apa yang dipakai sehingga nilainya makin tinggi, apalagi naik 237 persen selama dua tahun.

Jika harga tanah di Surabaya setiap tahun semakin tinggi, tidak dapat disangkal. Namun nilai bangunan pada umumnya menurun, ini juga diakui dunia usaha. Oleh sebab itu, dalam pembukuan ada yang namanya penghapusan.

Terkait masalah itu, saya ajukan keberatan kepada Kepala Dinas Pendapatan & PK Kota Surabaya melalui surat tercatat pada 8 April 2013. Petugas sudah meninjau rumah saya: melakukan pencatatan, pemotretan, mengukur panjang-lebar setiap ruangan rumah. Namun, sampai menjelang jatuh tempo pembayaran PBB, 25 Juli 2013, atau sekitar tiga bulan belum ada kabar tentang keputusan keberatan saya.

Sugeng Santoso,
Kutisari Indah Selatan 7, Tenggilis Mejoyo,
Surabaya, Jatim

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved