Ubah Soft Gun Jadi Pistol Maut
Sejumlah pembuat senapan rakitan, ternyata bisa mengubah senapan angin jadi senjata api. Dalam waktu dua jam saja, senjata mainan ini bisa diubah menjadi senjata yang sangat berbahaya.
Bandung, Wartakotalive.com
Sejumlah pembuat senapan rakitan, ternyata bisa mengubah senapan angin jadi senjata api. Dalam waktu dua jam saja, senjata mainan ini bisa diubah menjadi senjata yang sangat berbahaya.
Seorang perakit senjata angin di kawasan Cipacing, Bandung Timur mengatakan, senjata mainan Airsoft Gun bisa diubah menjadi senjata yang mampu menewaskan orang. Menurut perakit senjata angin yang tidak mau menyebutkan namanya itu, Airsoft Gun yang dimodifikasi adalah senjata berbahan gas nitrogen.
Modifikasi, kata dia, dilakukan pada bagian ruang ledak. Ruang ledak adalah tempat dimana gas nitrogen berkumpul yang tugasnya mendorong bullet keluar dari selongsong Airsoft Gun. Perakit, kata dia, cukup menambah alat tambahan berupa bekas pematik korek api yang nantinya akan bekerja ketika pelatuk Airsoft Gun diklik.
Ketika pelatuk diklik, maka gas akan keluar dari tabung gas. Kemudian api yang berasal dari pemantik korek api akan bekerja membakar gas. Setelah terjadi ledakan di dalam ruang ledak, bullet akan keluar dengan velocity yang tinggi menuju sasaran. Dengan kekuatan ledak yang besar, bullet plastik bisa diganti dengan gotri atau kalau peluru timah.
Merakit senjata
Namun, seorang tukang service senapan angin di Bogor, Oding (36) mengatakan, sistem senapan angin dengan senjata api jauh berbeda. Makanya perlu banyak modifikasi untuk mengubahnya jika ingin menjadi senjata api.
Menurut Oding, peluru senapan angin didorong angin yang dimampatkan di dalam tabung angin. Di senapan angin tabung itu terbuat dari plastik. Sedangkan peluru senjata api didorong oleh ledakan dari pelatuk dan bahan peledak di selongsong peluru.
Makanya, ujar Oding, untuk mengubah senapan angin menjadi senjata api sama saja dengan merakit senjata api. Pertama, ujar Oding, yang perlu diubah adalah laras senapan. Harus disesuaikan lebih dulu dengan kaliber peluru. Sebab laras senjatan angin kecil, hanya sekitar 0,5 mm. Oding mengatakan, larasnya harus disesuaikan dulu dengan jenis peluru yang hendak dipakai.
Selanjutnya sistem pelatuk harus pula diubah. Sebab sistem pelatuk di senapan angin adalah melepas angin yang dimampatkan di tabung. Sedangkan sistem pelatuk di senjata api adalah memukul bagian selongsong peluru sampai memercikkan api. Lalu merangsang mesiu di selongsong peluru agar meledak.
"Makanya jadi seperti merakit senjata api baru. Paling hanya gagang dan popor senapan anginnya saja yang bisa dipakai," kata Oding.
Menurut Oding, sejumlah pembuat senapan angin biasanya bisa merakit senjata api. "Asalkan ada alatnya itu bisa saja dilakukan," kata Oding. (Ote)
Informasi lebih lengkap terkait berita ini, silakan baca Warta Kota edisi Senin, 19 Agustus 2013.