Jumat, 17 April 2026

Senjata Rakitan Cipacing Harganya Rp 2,5 Juta

Salah satu lokasi perakit senjata ingin yang bisa merakit senjata api ada di Cipacing, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

|
Editor: Suprapto

Sumedang, Wartakotalive.com

Salah satu lokasi perakit senjata ingin yang bisa merakit senjata api ada di Cipacing, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Di lokasi ini polisi juga pernah menggerebek perakit senjata api. Harga senjata api (senpi) rakitan ini relatif murah. Harganya  Rp 2,5 juta-Rp 5 juta. Biasanya, aturan pembeliannya adalah, pembeli hanya mendapat lima butir peluru apabila membeli satu pucuk senpi rakitan. Lalu mendapat sepuluh butir peluru jika memesan dua pucuk senpi rakitan.

Senpi rakitan ini biasanya tak bertahan lama. Sebab kualitas besi di laras senpi biasanya tak baik. Bahan yang digunakan terkadang sama dengan senapan angin, yakni berbahan kuningan.

Sehingga setelah lima sampai 10 kali tembakan, biasanya laras senpi jadi melengkung. Penyebab melengkung lantaran laras senpi tak tahan panas akibat bergesekan dengan peluru.

Kadiv Humas Polri Irjen Ronny Sompie mengungkapkan, senpi rakitan bukan hanya mudah rusak. Tapi juga tak memiliki akurasi. Makanya biasanya senpi rakitan hanya akurat untuk menembak di jarak antara satu sampai lima meter. Lebih dari itu sudah tak akan akurat. Jadi memang senpi rakitan itu dibeli hanya untuk membunuh, bukan olahraga.

Lebih lanjut, Ronny mengungkapkan, senpi rakitan tak memiliki akurasi, lantaran di laras senpi tak terdapat ulir seperti senpi buatan pabrik. Makanya arah peluru jadi tak akurat. "Fungsi ulir itu adalah mengarahkan peluru. Peluru jadi berputar karena adanya ulir itu," kata Ronny.

Tapi, sebenarnya, kata Ronny, senapan angin maupun Airsoft Gun tetap berbahaya walau tak diubah jadi senjata api. Ronny mengatakan, sebab tekanan angin untuk mendorong peluru sudah cukup besar.

Untuk senapan angin, kekuatan dorongan anginnya adalah 3-5 joule. Sedangkan untuk Airsoft Gun kekuatannya hanya 2 joule. Tapi apabila memakai gotri berbahan timah tetap bisa melukai tubuh. Terutama apabila gotri terkena di bagian lunak tubuh seperti leher. "Kalau di leher bisa tembus," kata Ronny kepada Warta Kota, Jumat (16/8). (ote)

Berita lebih lengkap terkait informasi ini, silakan baca Warta Kota edisi Senin, 19 Agustus 2013.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved