Pengemudi Tunggal Bus Malam

Menghadapi arus mudik dan balik Lebaran tahun ini, sudah seharusnya perusahaan otobus tak menggunakan pengemudi tunggal.

Palmerah, Wartakotalive.com

Serangkaian kecelakaan bus malam akhir-akhir ini—terakhir menimpa PO Sumber Alam vs PO Dedy Jaya yang menewaskan lima orang, termasuk pengemudi kedua bus, di Cirebon (6/7)—bukti para pengemudi bus malam alami kelelahan kronis. Apalagi, perusahaan salah satu bus itu menggunakan sistem pengemudi tunggal tanpa pengganti.

Menghadapi arus mudik dan balik Lebaran tahun ini, sudah seharusnya perusahaan otobus tak menggunakan pengemudi tunggal. Hal ini diharapkan dapat menekan jumlah angka kecelakaan akibat kelelahan pengemudi. Tak sedikit kecelakaan bus malam akibat kelelahan pengemudi. Tingginya permintaan layanan angkutan umum berdampak pada bertambahnya jam kerja pengemudi.

Kemacetan parah sepanjang pantura berkontribusi menguras energi para pengemudi. Untuk profesi seperti pengemudi bus antarkota antarprovinsi, lelah dan mengantuk musuh utama keselamatan. Oleh karena itu, menggunakan pengemudi tunggal untuk jarak jauh sangat berisiko tinggi.

Pengemudi mengantuk meski sudah tidur cukup sebelumnya. Kondisi ini disebut hipersomnia atau kantuk berlebihan, disebabkan antara lain oleh periodic limb movement in sleep. Gejala ini ditandai gerakan kaki secara periodik sewaktu tidur, dan setiap kaki bergerak, otak akan terbangun singkat tanpa harus terjaga dari tidurnya. Akibatnya, kualitas tidur akan buruk dan penderita akan mengantuk terus sepanjang hari meski sudah tidur cukup lama.

Widodo Groho Triatmojo,
Desa Surobayan RT 001 RW 005, Ambal,
Kebumen, Jawa Tengah

Editor: Andy Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved