Rabu, 8 April 2026

Manusia Gerobak

Impian Buka Jahitan Kandas, Gara-Gara Tertipu

Tidak terasa sudah 10 tahun Karyadi (55) menjadi pemulung nomaden di wilayah Jakarta Selatan. Bermodalkan sebuah gerobak, beberapa tumpuk kardus dirinya bertahan di tengah rutinitas Jakarta.

|

Tidak terasa sudah 10 tahun Karyadi (55) menjadi pemulung nomaden di wilayah Jakarta Selatan. Bermodalkan sebuah gerobak, beberapa tumpuk kardus dan selembar terpal, dirinya bertahan di tengah sibuknya rutinitas ibukota Jakarta.

Dikatakannya, sejak ditinggal istri tercinta dua belas tahun silam, tanpa anak dan saudara, dirinya nekat menapakkan kaki di Ibukota DKI Jakarta.

Kala itu, Karyadi yang asli Brebes, Jawa Tengah percaya diri dengan keahlian jahitnya dan bermimpi untuk membangun bisnis jahit dengan uang sebesar Rp 20 juta hasil jual tanah dan rumah di kampungnya.

Namun, nasib berkata lain, sesampainya di Jakarta dirinya malah menjadi bulan-bulanan tetangga kontrakannya yang seorang penipu.

Hingga di pertengahan tahun 2000, dirinya mengaku terlilit hutang dan mulai memulung sampah plastik untuk mengumpulkan modal. "Pertama kali saya mulai mulung sekitar tahun 2000an di sekitar Senen, Jakarta Pusat.

Tapi saya tidak kuat, akhirnya saya pindah-pindah tempat, tidur di mana saja, cuma pakai gerobak," katanya lirih bercerita.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved