Kamis, 9 April 2026

Perbaikan Jalan Picu Kemacetan di Jatiuwung Tangerang

Perbaikan jalan di Jalan Gatot Subroto, Jatiuwung, Kota Tangerang, atau di depan pusat perbelanjaan Lotte Mart, memicu kemacetan dan kecelakaan.

|

Tangerang, Wartakotalive.com

Perbaikan jalan di Jalan Gatot Subroto, Jatiuwung, Kota Tangerang, Banten, atau di depan pusat perbelanjaan Lotte Mart, memicu kemacetan dan kecelakaan.

Pantauan Wartakotalive.com, Rabu (24/7/2013), perbaikan jalan belum tuntas. Baru sampai lapis ketiga dari empat lapis pengecoran beton.

Lapis beton ketiga belum bisa digunakan, karena proses pengeringan yang belum tuntas. Maka coran beton masih ditutupi terpal.

Arus lalu lintas menggunakan dua lajur yang sudah beres pengecorannya, dan lapis jalan lama yang belum dicor.

"Waduh macetnya minta ampun mas. Terutama kalau pas pagi dan sore hari. Jalan 400 meter saja bisa satu jam," ujar Endah, pedagang pakaian di jalan itu.

Selain itu kata Endah, akibat perbaikan jalan tersebut banyak terjadi kecelakaan di jalan nasional itu.

"Sering yang naik motor jatuh karena tergelincir pasir proyek jalan itu," ujarnya.

Menurut Endah, proyek perbaikan jalan itu dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Proyek perbaikan dilakukan pada malam hari.

"Kalau siang hari perbaikan jalan ini, macetnya bisa makin parah. Makanya perbaikan dilakukan malam hari, pas pagi sudah jadi jalannya," ucapnya.

Narti, pemilik warung nasi, mengakui, akibat adanya proyek perbaikan jalan itu, dagangannya menjadi laku. Apalagi Narti buka 24 jam.

"Lumayan mas, kalau malam para tukangnya makan di tempat saya," ujarnya.

Namun Narti mengeluhkan kemacetan yang terjadi dan debu dari proyek itu. "Minta ampun deh macetnya kalau pagi. Sudah gitu debunya juga banyak," ucapnya.

Jalan Gatot Subroto, Jatiuwung, selama ini menjadi jalan utama yang menghubungkan Kota Tangerang dengan Kabupaten Tangerang.

Perbaikan jalan milik pemerintah pusat itu diprediksi akan beres sebelum lebaran. Pengendara mobil yang lewat jalan itu selalu komplain.

Mereka umumnya tidak kuat atas kemacetan yang terjadi.

"Kini kalau mau kerja harus lebih pagi. Karena untuk melewati proyek perbaikan jalan bisa satu jam, padahal jaraknya cuma 200 meter," ucap Yanto, warga Cikupa.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved