Jumat, 10 April 2026

Perampok Sumbu Kompor Timang Bayi Penghuni Rumah

Walau dikenal kejam dan sadis, komplotan perampok sumbu kompor ternyata tidak tega melukai bayi berusia 4 bulan, anak penghuni rumah yang disatroninya.

|

Semanggi, Wartakotalive.com

Walau dikenal kejam dan sadis, komplotan perampok sumbu kompor ternyata tidak tega melukai bayi berusia 4 bulan, anak penghuni rumah yang disatroninya. Bahkan Kojek Mista (30) salah seorang perampok, sempat membuatkan susu formula kepada sang bayi yang terbangun saat mereka beraksi.

Bahkan, dia berupaya menenangkan sang bayi dengan menimangnya hingga tertidur. Hal itu terjadi saat kawanan ini beraksi di rumah Fance Lewa, di Perumahan Cluster BSD Parkland Provance Blok J1, Lengkong Gudang, Serpong, Tangerang Selatan, Sabtu (22/6/2013) sekira pukul 01.00 WIB.

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Herry Heryawan, mengatakan saat pelaku berhasil menyekap Fance Lewa dan istrinya, bayi pasangan ini, yang berusia 4 bulan terbangun dan menangis.

"Kedatangan para pelaku ini mengagetkan bayi korban hingga terbangun dan menangis. Karenanya pelaku panik. Namun salah satu tersangka menimang sang bayi dan membuatkannya susu agar si bayi tenang," kata Herry di Mapolda Metro Jaya, Senin (22/7/2013).

Menurut Herry, pelaku yang menimang dan membuatkan susu kepada sang bayi adalah Kojek Mista. Kojek mengaku bisa menenangkan san bayi, karena nalurinya sebagai seorang ayah.

Saat dipertemukan kepada wartawan, Kojek mengaku kasihan dan iba dengan sang bayi. Sebab ia pun memiliki anak dan tahu bagaimana cara menenangkan sang bayi. "Saya kan pernah punya anak. Jadi sedikit banyak tahu bagaimana menimang bayi dan menenangkannya," kata Kojek.

Kojek mengaku tak sedikitpun terbersit hendak melukai sang bayi. "Saya coba membuatnya tenang dan tidur lagi. Tapi saya tahu saat itu bayinya haus," kata Kojek.
Lalu, Kojek mengaku menanyakan kepada sang ibu, atau istri Fance, yang sudah mereka sekap.

"Kata ibunya, anaknya bakal nangis terus kalau tidak diberi susu. Dan itu sudah saya duga. Lalu saya tanya bagaimana kalau dibuatkan susu," kata Kojek.

Atas arahan sang ibu yang sudah tersekap dengan kaki dan tangan terikat, Kojek menyeduhkan susu formula bagi sang bayi. "Kata ibunya, takarannya 2 sekop. Lalu dicampur sama air panas dan air dingin. Tinggal saya ikuti saja," kata Kojek.

Setelah susu siap, Kojek mengaku menimang sang bayi sambil memberinya susu. "Saya timang-timang sambil saya beri susu. Lama-lama bayinya tidur. Setelah tidur, saya letakkan lagi bayinya di kasur. Sebelah kanan dan kirinya saya letakkan bantal guling supaya, bayinya tidak jatuh," kata Kojek.

Kojek mengaku tidak berniat melukai korban, meski korban memergokinya. "Kita juga masih punya rasa kasian. Jadi korban tidak kami lukai, cuma kami ikat saja. Sebab incaran kami adalah harta pelaku," kata Kojek.

Setelah situasi di dalam rumah korban terkendali, para pelaku kemudian dengan leluasa mengambil barang-barang berharga milik korban. Di antaranya 1 Laptop dan 1 ipad sudah ada di meja depan, BlackBerry 1 di kamar, Samsung Galaxy Note, iPhone, uang Rp3 juta dan ATM korban serta perhiasan (cincin dan kalung2 aksesor), sejumlah uang dollar Singapura, Australia dan uang ringgit Malaysia.

"Setelah itu kabur dengan cara panjat tembok lagi. Lalu jalan kaki sampai perempatan dan naik angkot di perempatan naik angkot, terus ke Bekasi naik taksi," papar Kojek.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved