Sound System Masjid Dipamerkan di Jakarta Fair
Penyelenggaraan Jakarta Fair Kemayoran 2013 tinggal beberapa hari lagi, tepatnya akan ditutup hari Minggu 7 Juli depan.
Kemayoran, Wartakotalive.com
Penyelenggaraan Jakarta Fair Kemayoran 2013 tinggal beberapa hari lagi, tepatnya akan ditutup hari Minggu 7 Juli depan. Oleh karena itu jangan lewatkan untuk berburu aneka barang dengan harga promosi, termasuk di antaranya berbagai jenis sound system berkualitas dengan harga murah.
Di Jakarta Fair terdapat beberapa booth yang menjajakan sound system, mulai dari yang portabel sampai sound system kelas konser dan tak ketinggalan sound system untuk masjid.
Di open space Arena PRJ Kemayoran terdapat booth Simbadda yang memamerkan aneka sound system, dan di sayap utara Hall-D terdapat booth V8 yang memamerkan aneka sound system berkualitas untuk masjid dan untuk konser. Sound system untuk masjid ini diberi nama Al Karim, dan dipamerkan di booth V8.
Ia diciptakan oleh anak negeri sendiri. Speaker ini memang khusus didisain untuk masjid. Pembuatan Al Karim didorong keprihatinan Harry, sang produsen dengan kondisi speaker masjid yang kebanyak suaranya tidak jelas.
Sejak diproduksi 2006 lalu, sudah ratusan speaker Al Karim yang terpasang di sejumlah masjid. Khusus untuk jenis Al Karim, dibanderol Rp25 juta untuk ruangan masjid dengan kapasitas 500 hingga 1000 jamaah dan Rp35 juta untuk Al Karim premium. Sound System ini sebenarnya bermula dari kebutuhan bisnis rental ”sound system”.
Awalnya Harry Kiss, selaku produsen berhasil menciptakan ”speaker” mini yang tidak merepotkan. Meski beratnya hanya sekitar 9 kilogram dengan ukuran 40 x 25 sentimeter, ”speaker” tersebut mampu menghasilkan suara jernih dengan kekuatan suara yang luar biasa.
Padahal, umumnya sound system, selalu merepotkan karena semua speakernya berukuran besar dan suaranya juga kurang. “Karena keadaan itu, saya punya ide membuat speaker sendiri,” kata Harry Kiss alias Harry Apriyanto.
Berbekal pengetahuan sebagai sarjana teknik elektro dari Universitas Indonesia (UI), Harry mulai mewujudkan mimpinya tahun 2004. Ia melakukan uji coba hingga menemukan model speaker impiannya. Speaker tersebut kemudian diberi nama V8sound.com dan mulai diproduksi 2006.
Speaker mini tersebut awalnya dibuat untuk kebutuhan bisnis rental semata. Namun, dalam sejumlah kesempatan, banyak yang menanyakan keandalan speaker tersebut. Sejak itulah Harry mulai menjualnya ke pasar. Pada 2009, V8sound.com telah merambah mancanegara, seperti Jerman, Swiss, Myanmar, dan Singapura.
Pasar internasional mulai meluas setelah V8sound.com mengikuti pameran pro-audio terbesar di dunia, Messe Frankfurt Prolight Sound 2010, 24-27 Maret. Pembeli bermunculan dari Portugal, Uganda, Yunani, Turki, Kazakstan, Filipina, Prancis, Israel, China, Italia, Belanda, Spanyol, Inggris, dan India.
”Awalnya mereka sempat ragu apakah Indonesia mampu mengembangkan pro-audio, tetapi setelah membuktikannya mereka akhirnya yakin,” ujar alumnus UI tahun 1986 tersebut.