Breaking News:

Istri Simpanan Rektor IPDN Muncul ke Depan Publik

Usai lama dinanti, Susi Susilowati (35) perempuan yang mengaku istri simpanan Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Bandung, Jawa Barat, akhirnya muncul.

Bandung, Wartakotalive.com

Usai lama dinanti, Susi Susilowati (35) perempuan yang mengaku istri simpanan Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Bandung, Jawa Barat, akhirnya muncul.

Susi muncul ke hadapan wartawan, Selasa (11/6), sambil membawa bayinya yang diklaim anak kandung dari I Nyoman Sumaryadi. Bayi itu bernama I Putu Dimas Sumaryadi.

Seperti diketahui, Susi sengaja mengunggah video berjudul "IPDN Dimas Sumaryadi anak yang tidak diakui oleh rektor IPDN bandung" beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan, keberaniannya mengungkapkan hubungannya dengan sang rektor tidak lain karena upaya baiknya selalu tidak mendapat respons positif.

"Saya memberanikan diri hanya untuk membuktikan yang benar adalah benar dan yang salah adalah salah. Terserah masyarakat menilai saya seperti apa," ujar Susi sambil berderai air mata saat ditemui di Inilah Graha Pasim, Bandung, Jawa Barat.

Panjang lebar Susi menceritakan soal awal hubungannya dengan I Nyoman hingga lahir Dimas, yang berlangsung harmonis.

Singkat cerita, sembilan bulan ke belakang Dimas tidak mendapatkan nafkah dari I Nyoman. Rektor IPDN itu, lanjut Susi, menghilang dan sulit dihubungi.

"Saya terpaksa karena tadinya sudah ada itikad secara kekeluargaan di keluarganya Nyoman di Jemberan, Bali. Tapi tidak pernah ada balasan," kata dia.

Hanya satu keinginan Susi dari sang rektor, yakni mengakui I Putu Dimas Sumaryadi sebagai anak kandungnya.

Sambil meneteskan air mata, ia membeberkan bagaimana hinaan demi hinaan diterimanya dari keluarga I Nyoman baik dari istri sah maupun anak kandung rektor IPDN itu.

"Saya pernah ke rumahnya (I Nyoman) di Jatinangor menunggu dari jam lima subuh. Setelah bertemu dia tetap lari dan tidak mau bertanggung jawab kepada Dimas. Dia mengatakan, 'saya tidak kenal kamu'. Di sanalah saya merasa pedih karena dia telah menghina dan tidak mengakui anak saya," ucapnya lirih.

"Sampai kapanpun akan tetap memperjuangkan hak anak saya apapun risikonya. Yang penting adalah nasib Dimas ke depan," bebernya.

Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved