Jimly Janji Tulis Peristiwa Mei 1998 setelah Tokohnya Meninggal
Jimly Asshiddiqie ingin menulis mengenai peristiwa Mei 1998, tapi setelah para tokohnya meninggal dunia.
Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Theo Yonathan Simon Laturiuw
Senen, Wartakotalive.com
Jimly Asshiddiqie ingin menulis mengenai peristiwa Mei 1998, tapi setelah para tokohnya meninggal dunia.
Jimly mengatakan hal itu saat menjadi pembicara dalam peluncuran buku 'Politik Huru Hara Mei 1998' yang ditulis Fadli Zon di Gedung Auditorium Perpustakaan Nasional, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, Selasa (21/5/2013).
Jimly mengaku, pada saat peristiwa Mei 1998, dirinya juga berada di tengah pusaran perubahan. Menjelang Soeharto mundur, Jimly menginap selama dua hari berturut-turut di rumah BJ Habibie. Makanya dia paham betul detik-detik sebelum Soeharto mundur.
"Banyak versi mengenai Mei 1998. Tapi semuanya berbeda. Sebab penulisnya menulis berdasarkan sudut pandangnya masing-masing. Saya juga punya sudut pandang sendiri. Tapi menulis itu lebih enak apabila tokohnya sudah pergi (meninggal--Red). Kalau sekarang ada rasa pakewuh," kata Jimly.
Apalagi, Jimly dekat dengan BJ Habibie. Lalu dia pun berteman dengan Prabowo maupun Wiranto.