Rabu, 8 April 2026

PRT Berusia 12 Tahun Diperkosa di Rumah Majikan

"Waktu mengantar ke kamar lantai dua itu, dia merasa dipukul dulu dari belakang. Kepalanya dijedot-jedotin ke tembok kamar, sampai pingsan. Dia baru sadar setelah pelakunya pergi," kata Lasmi.

|

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Ichwan Chasani

Bekasi, Wartakotalive.com

Seorang pembantu rumah tangga yang belum genap berusia 13 tahun dirampok dan diperkosa di rumah majikannya Perumahan Bumi Eraska, Kelurahan Jatiraden, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (7/5) pagi. Bunga (bukan nama sebenarnya), pembantu rumah tangga itu, sendirian di rumah berlantai dua itu.

Pemilik rumah, pasangan Slamet-Heni, baru saja pergi bekerja sekitar pukul 07.30 WIB. Anak majikannya, Pipit, juga berangkat sekolah di sebuah SMA. Kepada tetangganya, Lasmi (38), Bunga mengisahkan saat itu sekitar pukul 08.00 WIB dirinya tengah menyapu halaman rumah majikannya tiba-tiba didatangi seorang lelaki.

Usai mengucap salam, lelaki itu mengatakan diminta pemilik rumah membenahi genteng. Karena tidak percaya, Bunga pun menjawab akan menelepon majikannya lebih dulu. "Nggak usah, ibu sudah tahu kok. Kamar Pipit di sebelah mana yang bocor," kata Lasmi menirukan ucapan Bunga.

Gadis kecil asal Jampang Kulon, Sukabumi itu pun tak jadi menghubungi majikannya. Dia membukakan pintu gerbang dan pintu depan rumah untuk sang tamu tak diundang itu. Dia juga mengantarkan lelaki itu ke lantai dua, ke kamar Pipit.

"Waktu mengantar ke kamar lantai dua itu, dia merasa dipukul dulu dari belakang. Kepalanya dijedot-jedotin ke tembok kamar, sampai pingsan. Dia baru sadar setelah pelakunya pergi," kata Lasmi.

Lasmi yang tinggal selisih tiga rumah dari tempat kejadian, baru mendengar suara minta tolong Bunga sekitar pukul 11.00 WIB. "Waktu itu, anjing di depan rumah menggonggong terus, tapi saya sama suami nggak curiga ada apa-apa," kata Lasmi.

Bunga yang baru akan berusia 13 tahun pada Agustus 2013 itu ditemukan Lasmi dan tetangga lainnya dalam kondisi mengenaskan.

"Pipi kanannya lebam, kuping kanannya juga keluar darah. Tangannya diikat di atas kepala ke belakang pakai kabel data, mulutnya disumpal BH. Dia cuma pakai kaos hijau, ke bawahnya sudah nggak pake apa-apa," kata Lasmi.

Tetangga yang datang, kemudian menutupi aurat Bunga dengan handuk kecil yang ada di lokasi. Lima orang warga yang datang ke lokasi sempat kesulitan melepas lilitan kabel data pengikat tangan Bunga, karena rambut kepalanya juga terlilit kabel itu.

Kedua kaki Bunga juga diikat oleh pelaku menggunakan gesper perempuan warna hitam. Karenanya, dia terpaksa merangkak untuk sampai ke dekat pintu depan rumah itu. Melihat kondisi Bunga yang amburadul, Lasmi sempat menanyakan apakah Bunga habis diperkosa.

"Aku nggak tahu, bangun-bangun sudah begini," kata Lasmi menirukan jawaban Bunga. Warga pun melaporkan kejadian itu kepada aparat Polsekta Pondokgede.

Kepada penyidik, Bunga mengaku pernah melihat pelaku, namun tidak mengenali namanya. "Korban hanya sebutkan ciri-cirinya, pelakunya masih kami kejar," kata Kanit Reskrim Polsekta Pondokgede, Iptu Harry Gasgari, kemarin.

Hasil penyidikan di lokasi kejadian, pelaku tak hanya menganiaya dan menelanjangi korban, melainkan juga mengacak-acak kamar pemilik rumah. Satu unit handphone Nexian dan uang tunai Rp1,5 juta juga raib.

Ditanya apakah korban juga diperkosa oleh pelaku, Harry mengatakan belum bisa memastikan karena korban tak sadarkan diri. "Kami akan tunggu hasil visum, korban sudah dibawa ke RS Polri Kramatjati," kata Harry.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved