Jumat, 12 Juni 2026

PT Karatama Membantah Distribusi Berkas UN Telat

Akibat tender pembuatan soal UN tingkat SMP yang terlambat, membuat pendistribusian soal terlambat. Demikian yang dikatakan Budi Tjahyadi, penasehat PT Karsa Wira Utama (Karatama), percetakan yang ada di Jalan Pajajaran No 10, Kelurahan Gandasari, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: |

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Valentino Verry

Tangerang, Wartakotalive.com

Akibat tender pembuatan soal UN tingkat SMP yang terlambat, membuat pendistribusian soal terlambat.

Demikian yang dikatakan Budi Tjahyadi, penasehat PT Karsa Wira Utama (Karatama), percetakan yang ada di Jalan Pajajaran No 10, Kelurahan Gandasari, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang, Senin (22/4/2013).

"Ada kesalahan teknis, yang akhirnya menimbulkan masalah," ujarnya.

PT Karatama adalah perusahaan percetakan yang mendapat tender mencetak soal UN untuk SMP wilayah Jawa Barat, Bangka Belitung, dan Kepulauan Riau.

Akibat kendala teknis itu, beberapa sekolah SMP di Kabupaten Bogor mengalami keterlambatan UN.

Budi tidak mengungkapkan secara jelas kendala teknis yng dimaksud.

Namun kata dia, karena pemesanan pencetakan soal itu baru didapat bulan Maret, maka waktu pembuatan menjadi molor dari batas waktu yang ditetapkan.

"Jadi bukan terlambat. Tapi soal ada yang kurang. Sebenarnya difoto kopi juga bisa. Tapi pemkab Bogor tidak mau, mereka minta dikirim lagi. Jadinya sejumlah sekolah terlambat UN beberapa jam," ucapnya.

Namun kata Budi, untuk UN Bahasa Inggris (Selasa), Matematika (Rabu), dan IPA (Kamis) dipastikan tidak ada masalah.

"Untuk soal IPA baru kami kirim hari ini (Senin-Red), ujiannya Kamis. Jadi tidak akan ada keterlambatan lagi," katanya.

Menurut Budi, PT Karatama adalah perusahaan percetakan yang sudah berpengalaman mencetak soal ujian.

Namun selama ini mencetak untuk skala lokal.

"Baru kali ini kami dapat pesanan yang cukup besar untuk skala nasional," ucapnya.

Untuk mengejar target kata Budi, pihaknya sampai 24 jam dalam memproduksi soal UN.

Karyawan kerja dibagi dalam dua shift.

"Harapan saya, lain kali pesanan soal itu jangan mepet lagi," tandasnya.

Sementara itu, pelaksanaan UN SMP dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia, Senin (22/4), berlangsung lancar.

"Dari 175 sekolah SMP dan 54 sekolah MTs, jumlah peserta 23.557 siswa. Semuanya bisa ikut dengan baik," ucap Tabrani, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, saat memantau di SMP 1 Kota Tangerang.

Akibat kendala yang ada, Tabrani tidak berani menargetkan angka kelulusan di Kota Tangerang untuk tingkat SMA/SMK, dan SMP.

"Bagi saya yang penting UN bisa berjalan sukses. Harapannya ya lulus dengan baik pula," ujarnya.

Setelah memantau di SMP 1 Kota Tangerang, Tabrani juga memantau pelaksanaan UN di Lapas Anak Pria Tangerang.

Di penjara itu ada 20 orang siswa dan dua orang siswi yang ikut UN.

Pantauan Warta Kota, para pelajar di dalam penjara itu tampak khusuk dalam mengerjakan semua soal ujian.

"Lumayan Pak. Ada soal yang susah, ada juga yang mudah. Saya mengerjakan yang mudah dulu, biar waktu tidak terbuang," ucap Firman Andriansyah (18), yang tersangkut kasus narkoba.

Sebagai seorang remaja pengguna ganja, Firman mendapat hukuman 5 tahun 4 bulan.

Namun Firman sudah menjalani 1 tahun 4 bulan. Selama di dalam penjara, dia menghabiskan waktu dengan belajar.

"Saya tidak ingin putus sekolah hanya karena masuk penjara. Saya ingin lanjutkan lagi setelah ini," ucapnya.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved