Jumat, 10 April 2026

IPW Desak Polisi Tangkap Pelaku Lain di Hugo's Cafe

Indonesian Police Watch (IPW) menuntut polisi untuk segera menuntaskan kasus pengeroyokan yang menyebabkan tewasnya Sertu Santoso di Hugos Cafe, Yogyakarta, yang menjadi pemicu penyerbuan LP Cebongan.

|
Editor: Lucky Oktaviano

Jakarta, Wartakotalive.com

Indonesian Police Watch (IPW) menuntut polisi untuk segera menuntaskan kasus pengeroyokan yang menyebabkan tewasnya Sertu Santoso di Hugos Cafe, Yogyakarta, yang menjadi pemicu penyerbuan dan pembantaian di LP Cebongan, Sleman, Yogyakarta.

Saat itu Sertu Santoso yang juga anggota Kopassus dikeroyok 11 orang, dan sejauh ini polisi baru menangkap empat orang, yang menjadi korban di LP Cebongan. "Artinya masih ada tujuh tersangka yang bebas berkeliaran," kata Neta S Pane, Ketua Presidium Indonesian Police Watch dalam rilis yang diterima Wartakotalive.com, Rabu (17/4/2013).

Menurut neta, kasus di Hugos Cafe ini menjadi penting karena menjadi motif penyerangan di LP Cebongan. Jika polisi tak kunjung menuntaskan kasus Hugos Cafe, Ind Police Watch (IPW) mendesak agar Tim Investigasi TNI AD turun tangan menginvestigasinya.

"Tim TNI perlu turun tangan karena kasus Hugos Cafe merupakan satu rangkaian dgn kasus Cebongan. Jika kasus Hugos Cafe belum dituntaskan sebaiknya 11 anggota Kopassus yg menjadi tersangka kasus Cebongan jangan disidangkan dulu di peradilan militer. Sebab kasus Hugos Cafe bisa menjadi unsur yg meringankan bagi mereka," ucap Neta.

IPW berharap Tim Investigasi TNI tidak melihat kasus Cebongan secara sepotong-sepotong, tapi harus melihatnya secara menyeluruh.

"Untuk itu Tim Investigasi TNI hrs membuka CCTV di Hugos Cafe agar diketahui siapa saja ke 11 pengeroyok dan bagaimana mereka menghabisi Sertu Santoso. Kekejaman di Hugos Cafe inilah yg memicu kemarahan teman-teman korban hingga nekat melakukan aksi balas dendam ke LP Cebongan," kata Neta.

Dia menambahkan, sangat tidak adil jika 11 anggota Kopassus diadili, sementara tujuh tersangka pembunuh Sertu Santoso masih bebas berkeliaran.

"Kami berharap Tim Investigasi TNI ikut memburu mereka dan segera menyerahkannya ke polisi. Bagaimana pun Tim bertanggungjawab secara moral untuk menuntaskan kasus ini, apalagi yang menjadi korban adalah anggota TNI," ucapnya.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved