Rabu, 8 April 2026

Kronologis Kasus Pendaratan Lion Air di Bali

Meski tak mengakibatkan korban meninggal dunia, peristiwa ini menjadi perhatian internasional.

|

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Agustina N.R

Jakarta, Wartakotalive.com

Pesawat Lion Air Boeing 737-800 NG nomor penerbangan JT904 gagal mendarat di runway Bandara I Gusti Ngurah Rai Denpasar, Bali, pada Sabtu (13/4/2013) pukul 15.00 Wita.

Meski tak mengakibatkan korban meninggal dunia, peristiwa kecelakaan transportasi udara ini telah menyedot perhatian internasional.

Berikut ini, penjelasan Menteri Perhubungan RI, EE Mangindaan tentang kronologis insiden tersebut.

Pukul 15.08 Wita, petugas lalu lintas tower (Air Traffic Control - ATC) di Bandara I Gusti Ngurai Rai mengijinkan Lion Air mendarat. Artinya, pendaratan clear to land.

Pukul 15.10 Wita, Lion Air mendarat di laut, sebelah barat runway 09. Petugas ATC langsung menekan crash bell (tombol darurat) yang merupakan SOP di setiap bandara.

Pada saat yang sama ada pesawat Garuda Airlines (GA) 415 berada di holding position di runway. Pilot GA ini memberikan informasi ke ATC karena ia melihat langsung Lion Air tidak mendarat di landasan.
Pukul 15.10 Wita, setelah ditekan crash bell, petugas pemadam kebakaran, ATC, TNI AU, Polri, rescue boat, Basarnas, dan teknisi maskapai, bergerak ke tempat kejadian. Saat itu, cuaca hujan ringan di ujung runway 09.

Pukul 15.11 Wita, bantuan tiba di lokasi. Nelayan yang berada di sekitar tempat kejadian ikut membantu mengevakuasi penumpang Lion Air.

Pukul 15.12 Wita, semua petugas melakukan evakuasi.

Pukul 15.55 Wita, semua penumpang dan awak Lion Air dievakuasi. Mereka langsung dilarikan ke beberapa rumah sakit, seperti RS Kasih Ibu, RS Sanglah, dan PMIC. Penumpang yang tidak mengalami luka hanya dirujuk ke resist center.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved