Lapas Cebongan Diserang
Pangdam Diponegoro Mayjen Hardiono Saroso Dicopot
Mayjen Hardiono dimutasi jadi staf Mabes TNI AD. Saya tegaskan, Mayjen Hardiono diganti, bukan dicopot..
Palmerah, Wartakotalive.com
Pangdam Diponegoro Mayjen Hardiono Saroso akhirnya kehilangan tongkat komando, Sabtu (6/4). Jabatan jenderal bintang dua yang diduga menutupi serangan maut 11 prajurit Kopassus di LP Cebongan itu dicopot, mengikuti nasib Kapolda DIY Brigjen Sabar Rahardjo sehari sebelumnya.
Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono menerbitkan Skep Panglima TNI Nomor Skep Kep/252/IV/2013, tertanggal 5 April 2013, menggusur komando Mayjen Hardiono di Kodam IV/ Diponegoro.
Hardiono ditarik kembali ke Markas TNI AD. "Mayjen Hardiono dimutasi jadi staf Mabes TNI AD. Saya tegaskan, Mayjen Hardiono diganti, bukan dicopot. Ini berdasarkan evaluasi, pembinaan karier dan sebagainya," kata Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), Brigjen TNI Rukman Ahmad di Jakarta, Sabtu (6/4).
Brigjen Rukman bahkan membantah mutasi disebabkan serangan brutal yang merenggut empat tahanan Polda di LP Cebongan, Sleman, Yogyakarta, 23 Maret 2013 lalu. "Mutasi itu merupakan hasil evaluasi rutin. Jadi bukan karena kasus Cebongan," tandasnya.
Bantahan Brigjen Rukman itu bertolak-belakang dengan janji Kapuspen TNI Laksda Iskandar Sitompul, Jumat (5/4) lalu. Kala itu Iskandar mengatakan, Mabes TNI segera mengevaluasi internal TNI yang diduga menutup-nutupi peran TNI dalam penyerangan LP Cebongan. Yang dievaluasi, termasuk Pangdam Diponegoro.
"Yang menutupi dari pihak-pihak tertentu saja, seperti maaf saja, ada purnawirawan, pengamat, sah-sah saja. Dari Pangdam kita mengetahui bersama, tentunya mari kita tunggu evaluasi dari Panglima TNI di rapat terbatas di Istana. Apabila ada sesuatu yang bertentangan, tentu akan diambil rumusan langkah terbaik," tegas Kapuspen TNI. (tribunnews/eri/aco/adi/leo/lau/abc)