Java Heat, Film Hollywood Bernuansa Yogyakarta
Setelah sukses dengan film trilogi: Merah Putih (2009), Darah Garuda (2010), dan Hati Merdeka (2011), sutradara asal Amerika Connor Allyn kembali membuat gebrakan dengan filmnya berjudul Java Heat.
Senayan, Wartakotalive.com
Setelah sukses dengan film trilogi: Merah Putih (2009), Darah Garuda (2010), dan Hati Merdeka (2011), sutradara asal Amerika Connor Allyn kembali membuat gebrakan dengan film terbarunya berjudul Java Heat.
Java Heat adalah sebuah film Hollywood yang secara keseluruhan mengambil setting lokasi di Indonesia, tepatnya di Yogyakarta dan Jawa Tengah. Sejumlah tempat menarik yang dijadikan lokasi syuting Java Heat, antara lain Stasiun Leumpuyangan, Istana Tamansari, dan Candi Borobudur sebagai lokasi pembuatan ending cerita.
Beberapa bintang Holywood turun meramaikan film ini, di antaranya seperti pemeran Emmet Cullen di film Twilight Kellan Lutz, juga pemeran The Wrestler, Iron Man 2, dan The Expendables, Mickey Rourke.
Menariknya, di dalam film ini, terjadi pula kolaborasi dengan pemain lokal. Sejumlah pemain film Tanah Air juga dilibatkan, seperti Atiqah Hasiholan, Ario Bayu, Mike Lucock, Uli Auliani, dan Rio Dewanto.
Java Heat bercerita tentang Jake, seorang pria tangguh yang memiliki tekad untuk membalas dendam terhadap teroris Islam. Tetapi dia menemukan sebuah tempat lebih rumit dan kompleks, yang ia rasa tidak dapat diselesaikan hanya dengan jalan kekerasan.
Tersesat dalam religius dan budaya, mulai dari istana, masjid, kuil, lorong dan distrik lampu merah kriminal di Asia Tenggara, Jake kemudian bekerja sama dengan detektif muslim bernama Hasyim (Ario Bayu).
Saat perkenalan awal, Jake mengaku kepada Hasyim bahwa dirinya adalah seorang asisten dosen. Namun naluri detektif Hasyim mencium aroma lain. Ia menaruh curiga terhadap Jake.
Sejak kebersamaan mereka, banyak hal yang terjadi di luar dugaan. Mereka terlibat bentrok dengan pencuri permata dekaden, Malik (Rourke), yang merupakan pimpinan dari sindikat internasional yang menculik putri Sultan Yogyakarta dan mencuri perhiasan berharga milik keluarga keraton.
Pertarungan semakin memanas dan puncaknya terjadi di perayaan Waisak di Candi Borobudur, candi Budha terbesar di dunia dan salah satu kejaiban dunia.
Di sana keramaian festival pelepasan lampion akan menyamarkan pertukaran perhiasan dan sandera. Pertempuran sengit pun terjadi dengan pertaruhannya adalah kelangsungan hidup rakyat Jawa.