Selasa, 21 April 2026

Bocah 4 Tahun Dibunuh, Disemen Jadi Patung

Empat hari dinyatakan menghilang, Fahri Kushaini Romadhon (4) ditemukan tewas dan menjadi patung di rumah tetangganya, Solikin (34), Selasa (19/2).

|

Surabaya, Wartakotalive.com

Empat hari dinyatakan menghilang, Fahri Kushaini Romadhon (4) ditemukan tewas dan menjadi patung di rumah tetangganya, Solikin (34), Selasa (19/2). Ternyata, putra pasangan Misnawi dan Jubaidah, warga Jalan Endrosono VII No 19F, Surabaya, Jawa Timur, itu dibunuh oleh Solikin.

Jasad bocah itu lantas dilumuri dengan semen oleh pelaku dan dijadikan patung. Korban ditemukan sekitar pukul 13.00.

Sebelumnya, keluarga korban terus mencari Fahri, bahkan sempat meminta tolong paranormal. Dalam pencarian, paranormal yang melakukan penyisiran di kampung sekitar rumah duka terhenti langkahnya di rumah Solikin.

Orang pintar itu langsung masuk ke rumah Solikin. Di dalam, didapati patung dengan posisi tertelungkup, yang ternyata adalah tubuh bocah malang itu.

Penemuan jasad bocah malang itu sontak mengundang perhatian masyarakat. Mereka marah. Untungnya, polisi pun bergerak cepat dan berhasil menangkap tersangka di kawasan Jalan Tambak Wedi, Kenjeran.

Saat ini, polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengusut motif pembunuhan. Jasad korban sudah dibawa ke RSUD Soetomo untuk diotopsi.

Menurut Muhammad Sanusi, tubuh Fahri ditemukan dalam kondisi telentang dan menyerupai patung di rumah Solikin, karena sekujur tubuhnya disemen pelaku. Selanjutnya, tubuh korban langsung dievakuasi ke kamar jenazah RSUD dr Soetomo untuk menjalani otopsi.

"Sejak hari Sabtu kemarin, keponakan saya tidak ada di rumah. Dia menghilang selama empat hari. Kemudian, tadi siang (kemarin—Red) keponakan saya ketemu di rumah Solikin," ujarnya, seperti dilansir Surya.

Sanusi mengatakan, sebelum menghilang, Fahri sempat ikut ayahnya, Misnawi, yang bekerja di persewaan alat-alat sound system. "Sabtu malam, keponakan saya ikut ayahnya memasang alat-alat sound system di tempat hajatan di daerah dekat rumahnya di Jalan Endrosono," lanjutnya.

Tapi karena rewel, Misnawi akhirnya membawa pulang Fahri dan mengantarnya hanya sampai di depan gang rumahnya. "Sepulang bekerja, ayahnya mencari-cari anaknya yang tiba-tiba menghilang, karena hingga empat hari pencarian tak membawa hasil, pihak keluarga akhirnya melapor ke Polsek Semampir," katanya.

Kapolsek Semampir Komisaris Mudzakkir mengatakan, tersangka sudah ditahan polisi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. dn

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved