Jakarta Dikepung Banjir
Siaga Banjir Jakarta sampai 26 Februari
Belum genap sepekan tanah Kampung Pulo di Kelurahan Kampungmelayu, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, mengering, Jumat (1/2) dini hari kebanjiran lagi
Jatinegara, Wartakotalive.com
Belum genap sepekan tanah Kampung Pulo di Kelurahan Kampungmelayu, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, mengering, Jumat (1/2) dini hari kebanjiran lagi. Masih adanya curah hujan di Jabodetabek membuat warga setempat siaga banjir sampai 26 Februari mendatang.
Kali Ciliwung meluap lagi akibat debit meningkat setelah wilayah Bogor hujan deras. Air Kali Ciliwung meluap ke Kampung Pulo sekira pukul 02.00, dan ketinggian air mencapai puncaknya tiga jam kemudian. Ketinggian air di 07 RW dari 08 RW di Kelurahan Kampungmelayu, antara 30 cm sampai 1,5 meter.
Ridwan (32), salah seorang warga menjelaskan bahwa informasi mengenai adanya luapan Kali Ciliwung sudah diketahui warga sejak Kamis malam. "Jadi kami warga sudah siap-siap," kata Ridwan.
Menurut Ridwan, sampai Jumat siang, belum ada warga yang mengungsi ke Kantor Sudinkes, maupun Masjid At-Tawabiin seperti saat terjadi banjir besar beberapa waktu lalu. Namun, kendaraan bermotor dan barang-barang berharga milik warga sudah dipindahkan ke pinggir Jalan Jatinegara Barat.
Lurah Kampung Melayu, Bambang Pangestu mengungkapkan, terdapat lebih dari 1.000 jiwa yang tempat tinggalnya terendam banjir kali ini. Mereka tersebar di 36 RT yang ada di tujuh RW. "Sejauh ini warga belum ada yang mengungsi. Kami terus siaga selama masa transisi darurat banjir hingga 26 Februari 2013 mendatang," katanya.
Sementara itu, data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menunjukkan, Bidara Cina, Kecamatan Jatinegara terutama RW 07 dan RW 11, juga kebanjiran dengan ketinggian air 20-75 cm.
Kepala BPBD DKI Jakarta, Arfan Arkilie, mengatakan, warga belum mau mengungsi dari rumahnya, dikarenakan banjir besar baru saja selesai. Sehingga saat terjadi banjir lagi, mereka enggan meninggalkan tempat tinggal yang baru saja selesai dibersihkan. "Mungkin juga karena ketinggian air banjir masih relatif rendah sehingga warga belum mau meninggalkan rumahnya untuk mengungsi," kata Arfan di Balai Kota DKI Jakarta.
Kelurahan yang juga terendam banjir yakni Kelurahan Cililitan dengan ketinggian air 50 cm hingga 2 meter. Banjir yang terjadi di Kelurahan Cawang mengakibatkan genangan dengan ketinggian air 40-1,5 meter. Sementara banjir di wilayah Jakarta Selatan melanda dua kecamatan yaitu Kecamatan Pancoran dan Kecamatan Tebet, terdiri dari lima kelurahan, 9 RW dan 34 RT.
Dari peristiwa banjir kiriman ini, sebanyak 1.135 kepala keluarga (KK) atau 3.591 jiwa menerima dampak banjir. Terkait dengan hal tersebut, lanjut Arfan, pihaknya telah berkoordinasi ke semua Kepala SKPD di DKI Jakarta untuk mengambil langkah-langkah antisipasinya. "BMKG memprediksikan hingga seminggu mendatang curah hujan di Jakarta akan meningkat dan berpeluang terjadi hujan lebat. Masyarakat Jakarta diimbau waspada dari ancaman banjir hingga Maret mendatang," jelasnya. (bum/sab)