Mahasiswa Unjukrasa di Hadapan Gubernur Jabar

Unjuk rasa gabungan mahasiswa Sukabumi menolak kedatangan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, berakhir ricuh dengan mahasiswa dan polisi dari Polres Sukabumi Kota bentrok di depan acara peresmian Jalan Lingkar Selatan Sukabumi.

Sukabumi, Wartakotalive.com

Unjuk rasa gabungan mahasiswa Sukabumi menolak kedatangan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, berakhir ricuh dengan mahasiswa dan polisi dari Polres Sukabumi Kota bentrok di depan acara peresmian Jalan Lingkar Selatan Sukabumi.

Bahkan dua orang mahasiswa yakni Anggi Purwanto dan Ikbal sempat diculik dan diduga dipukul oleh oknum polisi yang mengamankan unjuk rasa yang diikuti sekitar 25 gabungan mahasiswa Sukabumi.

Bahkan salah satu di antaranya yakni Anggi harus dilarikan ke RS Betah Medika karena luka-luka di bagian kepala, tangan dan dada akibat dipukul oleh oknum polisi.

Namun, kenyataan saat mahasiswa akan masuk dan bertemu gubernur secara baik-baik dihalangi puluhan polisi yang langsung mencoba membubarkan paksa mahasiswa padahal pengunjuk rasa menjalankan aksinya dengan tertib dan damai. "Kami tidak terima perlakuan pihak kepolisian yang dengan kasar memukul dan menendang kami seperti pelaku kriminal, kami menuntut agar oknum polisi yang bertindak kasar tersebut diberikan hukuman berat," tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Ahmad Heryawan mengatakan, diresmikannya Jalur Lingkar Selatan Sukabumi ini tujuan untuk membantu masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan. Selain itu, juga untuk mengantisipasi dan mengurai kemacetan di Kota dan Kabupaten Sukabumi yang sudah sangat parah.

Rp 650 miliar

Saat meresmikan Jalan Lingkar Selatan Sukabumi, di sekitar Jalan Raya Cibolang, Kabupaten Sukabumi, Selasa (29/1), Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengatakan, pemerintah Provinsi Jawa Barat menganggarkan untuk pembangunan dan pemeliharaan jalan provinsi di 2013 ini sebesar Rp 650 miliar mulai dari perbaikan rutin, pembuatan jalan baru dan pelapisan. "Anggaran tersebut berasal dari APBD Provinsi Jabar, cukup besarnya dana pembangunan dan pemeliharaan jalan ini karena, biaya yang sangat tinggi untuk mengatasi permasalah jalan yang rusak dan pembangunan jalan baru," kata Ahmad Heryawan.

Lebih lanjut, anggaran yang disediakan tersebut nantinya akan digunakan untuk berbagai kepentingan jalan di seluruh daerah di Jabar. Mulai dari perbaikan, pemeliharaan bahkan sampai pembuatan jalan baru. Dan anggaran tersebut sudah disetujui dan pos dananya ada di Dinas Bina Marga Jabar. "Kami terus berupaya meningkatkan kualitas jalan di Jabar selain untuk memberikan kenyamanan kepada para pengguna jalan juga untuk mengantisipasi kecelakaan lalu lintas yang disebabkan oleh buruknya kondisi jalan raya," tambahnya.

Heryawan juga mengklaim, dari 2.200 km jalan Provinsi Jabar yang ada hanya sekitar 60 km dalam kondisi rusak itu pun rusak ringan yang tersebar di berbagai daerah. Dikatakannya, kerusakan jalan tersebut disebabkan oleh kendaraan yang bertone besar dan cuaca seperti hujan sehingga mempercepat kerusakan. "Maka dari itu untuk antisipasinya selain melakukan pemeliharaan kami pun membatasi operasional kendaraan bertonase besar dan meninggak kendaraan yang kelebihan angkut," kata Heryawan. (Ant/tat)

Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved