Feri Purwo, Ahli Spiritual dan Metafisik
Pun demikian dengan si paranormal cinta Feri Purwo yang menamakan bakat spiritualnya dengan istilah “Religious Intellectual” dan “Methaphisic”. Kira-kira apa ya artinya?
|
Senayan, Wartakotalive.com
Seperti halnya musik yang memiliki ragam jenis aliran, dalam dunia keparanormalan ternyata juga terdapat spesifikasi. Pun demikian dengan si paranormal cinta Feri Purwo yang menamakan bakat spiritualnya dengan istilah “Religious Intellectual” dan “Methaphisic”. Kira-kira apa ya artinya?
“Religius artinya setiap yang saya lakukan, saya tidak mau bertentangan dengan ajaran agama apapun serta tidak bertentangan pula dengan nilai logika dan pikiran. Jadi saya nggak akan menyuruh orang untuk mandi kembang dan semacamnya,” ungkap Feri sambil tertawa kepada Wartakotalive di Plaza Senayan, Jakarta Pusat, belum lama ini.
“Sedangkan intelektual artinya segala yang saya lakukan juga merupakan pengetahuan yang intelek dan mendidik. Ini semua masuk dalam sesuatu hal yang berlogika dan masuk akal,” lanjut Feri.
“Untuk metafisik, itu adalah sesuatu yang tak nampak namun sebenarnya ada. Pada dasarnya sesuatu yang tidak ada bukan berarti tidak ada dan yang tidak nampak bukan berarti tidak ada, dan kadang yang ada bukan berarti ada. Jadi, memang metafisik merupakan sesuatu yang abstrak tapi itu ada dan kita bisa melihat itu,“ jelas Feri dengan keseriusannya.
Melihat yang dimaksudkan Feri dalam metafisik disini bukanlah pada konteks melihat yang harafiah, melainkan melihat dengan tanda kutip. Feri pun memberi contoh, misalnya saja bulu kudu yang bergetar. “kita bisa merasaknnya padahal itu tak bisa dilihat,” tandas suami dari Erna Erawati ini. Kemudian contoh lainnya adalah udara yang bisa dirasakan tapi wujudnya tak nampak.
“Kita punya lima panca indera, tapi kalau tidak bisa dilihat dengan kelimanya bukan berarti itu tidak ada,” ujar Feri. Tak lupa Feri juga menjelaskan bahwa metafisik yang tercakup dalam apa yang dilakukannya juga masih berada pada jalur ajaran agama dan intelektual.
Sedikit pelajaran dari seorang Feri Purwo terkait ilmu hitam dan putih. Katanya, Ilmu hitam dan putih hanya dibedakan oleh dua hal, yaitu melalui cara mendapatkan dan cara menggunakannya.
“Kalau mendapatkannya dengan cara baik, namun digunakan untuk hal yang tidak baik, maka itu adalah hitam. Begitupun sebaliknya. Meski caranya tidak baik tetapi digunakan untuk hal yang berguna bagi orang, itu juga tetap hitam,” Feri menandaskan.
Intinya adalah apabila sebuah ilmu didapatkan dengan cara yang baik dan digunakan dengan jalur yang baik, maka itu sudah dipastikan adalah ilmu putih. Kedua hal harus berimbang dengan kebaikan,
“Jadi tidak ada istilah orang itu black magic dan orang ini enggak. Hitam dan putih itu tergantung dari bagaimana cara mendapatkan dan cara menggunakannya. Hanya itu,” pungkas Feri.