Jumat, 10 April 2026

Liga Inggris

Motivasi City Akhiri Catatan Kelabu

Manchester City menebalkan kekuatan mental demi menjaga peluangnya mempertahankan trofi Liga Primer Inggris. Rekor 37 tahun tidak pernah menang di Arsenal, memotivasi City unjuk gigi, Minggu (13/1)

|

London, Wartakotalive.com

Manchester City menebalkan kekuatan mental demi menjaga peluangnya mempertahankan trofi Liga Primer Inggris. Rekor 37 tahun tidak pernah menang di Arsenal, memotivasi City unjuk gigi, Minggu (13/1/2013 nanti).

Terakhir kali, 'Manchester setengah biru' memukul Arsenal di London dalam lanjutan liga, 4 Oktober 1975. Sebelum Liga Primer Inggris, hingga 1992 kompetisi teratas Inggris disebut Divisi Satu. Sukses tersebut bukan kejutan besar. Pelatih Tony Book tinggal meneruskan racikan kejayaan Joe Mercer (1965-1971).

Tahun 1970-an City begitu perkasa. Mereka tampil di Liga Champions 1968, mengangkat trofi Piala FA 1969, dan menjuarai Piala Winners 1970. Bisa dibilang sebagai kulminasi prestasi City. Di akhir musim, Book mempersembahkan trofi Piala Carling 1976. Menjadi semakin tidak terlupakan karena tiga dekade paska rentetan gelar, City terpuruk. Mereka terdegradasi hingga divisi tiga. City dua kali terlempar dari kompetisi teratas era 1980-an.

Periode terburuk datang tahun 1998, mereka turun kasta ke Divisi Dua atau level ketiga sepak bola Inggris. Di tahun yang sama, Arsenal merasakan manisnya dua gelar juara bersama Arsene Wenger, pelatih yang kini siap meredam ambisi Roberto Mancini.

Beratnya menang di London terus dirasakan hingga City dimiliki Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyan. Meski suplai dana tidak terbatas membuat City menjadi salah satu klub terkaya dunia, mereka kalah dan imbang dua kali dalam empat lawatan terakhir di liga. Tekanan kian menggunung karena City berpotensi tertinggal 10 poin dari pemuncak klasemen Manchester United (MU) saat memulai *kick-off*.

Satu jam sebelumnya, MU diprediksi memukul Liverpool di Old Trafford. "Rekor itu tercipta untuk dipatahkan. Ada keyakinan tebal kami bisa melakukannya dan menang. Memang belum terjadi di Emirates tetapi ini bukanlah kasus dimana kami harus berfikir untuk kalah," ungkap penjaga gawang City Joe Hart kepada Talksport.

"Sepak bola terkadang seperti itu dan 37 tahun adalah rekor luar biasa yang mesti kami akhiri," timpal gelandang Gareth Barry di laman resmi klub ( www.mcfc.co.uk). Kendala lainnya, City kehilangan 'sedikit' dukungan suporter. Mereka mengembalikan 912 tiket yang dibanderol Arsenal 62 poundsterling (Rp 963.000). Harga itu dinilai terlalu mahal untuk menyaksikan langsung di stadion.

Sementara itu, Arsenal mengemban dua misi. Menjaga rekor dan mengemas tiga poin untuk menjaga peluang finis di empat besar atau batas terakhir tiket Liga Champions. Arsenal tercecer ke urutan enam dengan nilai 34, terpaut empat angka dari Chelsea yang menempati posisi empat. Arsenal dan Chelsea sama-sama mengantongi satu tabungan pertandingan lebih banyak dari Everton di tempat kelima dengan 36 poin.

Wenger yakin Januari bakal menjadi periode krusial timnya. Tengah pekan depan, Arsenal menjalani laga ulangan Piala FA melawan Swansea City. Minggu (20/1), dijadwalkan melawat ke Chelsea. Akhir bulan, Arsenal bertemu Liverpool. City kehilangan penyerang Sergio Aguero yang cedera *hamstring.*

Gelandang kreatif Samir Nasri diskors dan duet Yaya-Kolo Toure memperkuat Pantai Gading di Piala Afrika. Sedangkan Wenger terus memonitor kondisi Oliver Giroud. Theo Walcott kemungkinan dipercaya menjadi penyerang tengah diapit Alex Oxlade-Chamberlan, Santi Cazorla, serta Lukas Podolski. 

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved