Hindari Sudut Bentuk Tajam
Kita sudah sering mendengar bahwa sudut tajam dalam rumah dikatakan buruk secara Feng Shui, karena dinilai bisa merugikan kesehatan dan karier penghuninya.
Jakarta, Wartakotalive.com
Kita sudah sering mendengar bahwa sudut tajam dalam rumah dikatakan buruk secara Feng Shui, karena dinilai bisa merugikan kesehatan dan karier penghuninya. Bentuk seperti apa sajakah yang dikatakan sebagai sudut tajam?
Ada beberapa objek yang dalam Feng Shui dikatakan sebagai sudut tajam yaitu pertemuan dua bidang dinding yang membentuk ujung tajam, pertemuan empat sisi tiang yang berbentuk kotak, atau bisa juga plafon yang sengaja didesain naik turun (drop ceiling). Semua bentuk sudut tajam diyakini memancarkan masa/energi Sha Qi/jahat. Dalam Feng Shui sering diibaratkan sebagai panah gelap yang merugikan objek yang tertusuknya.
Untuk faktor luar rumah, objek tajam yang disebut “panah gelap” bentuknya lebih banyak dan bervariasi, seperti posisi “tusuk sate”, tiang atau pohon tepat di depan pintu utama, posisi bumbungan rumah tetangga yang menerjang ke pintu dan jendela rumah di lantai atas, dan sebagainya.
Untuk di dalam rumah, bentuk sudut tajam yang perlu diwaspadai adalah bentuk tajam dinding yang bila ditarik garis ukur mengarah tepat pada objek vital, misalnya mengarah tepat ke pintu kamar atau posisi tempat tidur. Komposisi seperti ini secara Feng Shui dikatakan buruk karena akan merugikan kesehatan dan karier penghuninya, khususnya pada kasus kamar yang terkena sudut tajam.
Tidak semua tonjolan dinding yang ada di depan maupun di belakang pintu kamar adalah panah gelap yang merugikan. Sudut tajam yang merugikan justru berasal dari samping kanan dan kiri objek yang patut dilindungi, karena cara mengukur sudut tajam ditentukan dari sudut ketajaman bila ditarik garis diagonal di bagian tengahnya. pada pertemuan dinding yang bersudut 90 derajat, maka arah ketajaman yang merugikan ada di titik 45 derajat.
Berdasarkan rumusan di atas, sering kita temukan posisi pintu kamar tidur yang bertatapan dengan dinding kamar yang ada di depannya, tetapi ruas pintu yang tertatap dinding ternyata hanya sebagian saja (lihat gambar). Banyak orang mengira bahwa komposisi ini sebagai pintu kamar yang tertusuk ketajaman dinding. Pendapat ini sebetulnya tidak benar, karena sudut tajam tersebut bukan mengarah ke pintu melainkan mengarah ke sampingnya.
Apabila harus menghadapi tata ruang seperti maksud di atas, paling baik adalah mengubahnya atau menggeser salah satu objek agar terhidar dari tata ruang yang salah. Tetapi kalau karena sesuatu hal sehingga tidak memungkinkan mengubahnya, sebaiknya bagian sudut yang berbentuk tajam dibuat tumpul. Dengan cara ini, masa/energi yang terpancar dari sudut tajam bisa dikurangi. GM