Bocah Tewas di Kolam Renang
Difa Syahrini Putri (8), warga Bojong Pondok Terong, Cipayung, Depok, tewas saat berenang di kolam renang Iqbal Sport Center Bojong Pondok Terong, Cipayung, Depok, Minggu (23/12) pagi.
Depok, Wartakotalive.com
Difa Syahrini Putri (8), warga Bojong Pondok Terong, Cipayung, Depok, tewas saat berenang di kolam renang Iqbal Sport Center Bojong Pondok Terong, Cipayung, Depok, Minggu (23/12) pagi.
Kapolresta Depok Ajun Komisaris Besar Achmad Kartiko mengatakan, kejadian berawal saat korban dan Herni, kerabatnya, sedang berenang. Difa sempat ditinggal sejenak oleh Herni. Setelah kembali ke kolam renang tidak melihat Difa. Ternyata Difa berada di dalam kolam dalam keadaan tidak sadarkan diri.
Achmad mengatakan, korban sempat dibawa ke klinik Zahra Medika. Namun nyawanya tak tertolong. Keluarga korban menolak untuk diautopsi dan langsung dimakamkan. Polisi sudah memeriksa dua orang saksi, yakni pengawas kolam renang, Eka Agus Prasatia dan Desi Julianita.
Tewas di danau
Sementara itu, sesosok mayat wanita tanpa identitas ditemukan mengambang di Danau Leuwilesung di Kampung Cipeucang RT 01/02, Desa Cipeucang, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Sabtu (22/12). Mayat yang kondisinya sudah membusuk itu pertama kali ditemukan seorang warga melintas di sekitar danau itu.
Belum diketahui penyebab kematian korban. Untuk penyelidikan, polisi membawa jenazah korban ke RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur. Kapolsek Cileungsi Komisaris Irfan Nurmansyah mengatakan, kondisi mayat perempuan itu sudah bengkak dan sulit dikenali. Diduga sudah meninggal tiga hari lalu.
Saat ditemukan, korban mengenakan kaos putih biru dan celana jeans warna biru. Tidak ada tanda-tanda khusus di tubuh korban. Usia wanita itu diperkirakan sekitar 30 tahun. "Kami sudah mengecek ke sejumlah warga di tiga kampung di sekitar lokasi penemuan, tapi tidak ada yang mengenali korban," kata Irfan.
Belum diketahui apakah korban tewas karena dibunuh atau tidak. Namun, kata Irfan, terdapat bekas jeratan di leher korban. "Belum diketahui jeratan di leher itu karena apa, harus diteliti secara medis," katanya.
Sudadi (37), salah satu warga setempat, mengaku tidak mengenal wanita itu. Kemungkinan dia adalah warga di daerah lain. (dod/wid)