Jumat, 5 Juni 2026

Yuk, Mengenal Teknologi Layar Sentuh

Kepopuleran smartphone dan perangkat lainnya tidak lepas dari teknologi touch screen atau layar sentuh yang digunakan di dalamnya.

Tayang: | Diperbarui:

Palmerah, Wartakotalive.com

Kepopuleran smartphone dan perangkat lainnya tidak lepas dari teknologi touch screen atau layar sentuh yang digunakan di dalamnya. Dengan kemampuan navigasi yang smooth, serta interaksi ke perangkat elektronik yang intuitif, pengguna tidak harus menggunakan perangkat perantara seperti mouse dan keyboard.

Teknologi layar sentuh dapat diartikan sebagai display elektronik yang mampu mendeteksi kehadiran atau sentuhan di lokasi tertentu di area display. Layar sentuh dapat diartikan area display yang disentuh dengan jari atau stylus.

Teknologi layar sentuh lahir di laboratorium akademik dan korporat pada paruh kedua 1960an. Teknologi ini pertama kali digunakan sebagai bagian dari proyek PLATO pada 1972. Teknologi ini secara luas digunakan dalam bidang keuangan, misalnya di kiosk, dan toko-toko ritel pada 1983 setelah HP memperkenalkan komputer layar sentuhnya, hp-150.

Pengembangan yang terus-menerus membuat teknologi ini semakin baik dan digunakan dalam perangkat-perangkat elektronik seperti smart phone, tablet, dan perangkat lainnya. Saat ini teknologi layar sentuh yang banyak digunakan ialah layar sentuh resistif dan kapasitif.

Resistive touchscreen

Bekerja dengan cara memanfaatkan dua lapisan tipis transparan di atas layar dan mengukur perbedaan resistensi antara kedua lapisan saat disentuh. Perubahan resistansi ini menyaratkan adanya tekanan pada permukaan layar sentuh.

Sistem resistif ini cenderung murah. Namun memiliki tampilan kontras yang buruk, yang berasal dari refleksi lapisan material yang terdapat di lapisan layar.

Capacitive Touchscreen

Berbeda dengan layar resistif, layar sentuh kapasitif tidak membutuhkan tekanan. Layar ini bekerja dengan memanfaatkan listrik statis yang terdapat dalam tubuh kita.

Layar sentuh kapasitif terdiri atas sebuah insulator, misalnya kaca, yang dilapisi dengan konduktor transparan seperti misalnya indium tin oxide (ITO). Karena tubuh manusia memiliki listrik statis dan juga bersifat konduktor, sehingga ketika kita menyentuh layar kapasitif akan menyebabkan distorsi pada medan elektrostatik layar, terukur sebagai perubahan kapasitansi.

Meskipun terlihat elegan, teknologi layar sentuh membutuhkan perawatan khusus karena layar sentuh terus menerus disentuh dan ditekan akan meninggalkan goresan dan kerap kali terkenan kotoran.

Untuk itu diperlukan perawatan yang bisa dilakukan dengan mudah, seperti memberi lapisan pembungkus layar sentuh yang terbaik, tutup layar jika tidak digunakan agar tidak tergores, pakai kain microfiber untuk membersihkan layar lensa kamera dan kacamata, tiup debu dan kotoran dari layar serta bersihkan layar dengan gosokan secara melingkar, dan bersihkan tangan Anda terlebih dahulu sebelum memegang ponsel pintar. dm/berbagai sumber

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved