JELAJAH MUSEUM

Gerakan-Gerakan Pascakemerdekaan

Selain diorama yang menggambarkan proklamasi kemerdekaan, pada lorong ini juga terdapat beberapa diorama lain yang menggambarkan peristiwa pasca pembacaan proklamasi kemerdekaan.

|
Penulis: Feryanto Hadi |

Semanggi, Wartakotalive.com

Selain diorama yang menggambarkan proklamasi kemerdekaan, pada lorong ini juga terdapat beberapa diorama lain yang menggambarkan peristiwa pasca pembacaan proklamasi kemerdekaan. Diantaranya adalah diorama  pembentukan Badan Keamanan Rakyat (BKR) pada 22 Agustus 1945 yang pada akhirnya memutuskan untuk tidak membentuk Tentara Nasional melainkan sebuah Badan Keamanan Rakyat (BKR).

Keputusan ini diumumkan dalam pidato radio Presiden RI tanggal 23 Agustus 1945, malam. Sejak saat itu, para pemuda segera menggunakan BKR sebagai wadah perjuangannya, sehingga dalam kenyataannya BKR menjadi korp pejuang bersenjata.  Mereka inilah yang mempelopori perebutan kekuasaan dari tangan Jepang di berbagai pelosok tanah air.

Diorama selanjutnya, adalah rentetan cerita selanjutnya setelah terbentuknya BKR. Diorama ini menggambarkan kongres yang dihadiri oleh 23 badan perjuangan dari seluruh Indonesia pada tanggal 10-11 November 1945 di Balai Mataram Yogyakarta.  Keputusan pemerintah untuk tidak membentuk Tentara Nasional nampaknya tidak memuaskan sekelompok pemuda. Kelompok pemuda ini pun tidak ikut masuk ke BKR, melainkan membentuk badan-badan perjuangan.

Selanjutnya, sebuah diorama menjelaskan mengenai Angkatan Muda Polisi Bergerak. Pada awal kemerdekaan, ‘Keisatsutai’ pasukan polisi dan ‘Kobetsu Keisatsutai’ (pasukan polisi istimewa) bentukan Tentara Pendudukan Jepang, merupakan satu-satunya kesatuan bersenjata yang tidak dilucuti oleh Jepang.

Anggota bekas  Keisatsutai dan  Kobetsu Keisatsutai  yang dipelopori oleh angkatan mudanya menyatakan berdiri di belakang pemerintah RI dan bersama-sama BKR serta rakyat mulai merebut senjata dan obyek-obyek vital dari tangan Jepang, seperti yang terjadi di Jakarta, Sukabumi, Magelang, Yogyakarta, Surakarta, Surabaya dan kota-kota lain.

Gambaran mengenai pembentukan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) bisa kita saksikan pada diorama selanjutnya, di lorong museum Satria Mandala. Hal ini dilatari oleh kebutuhan terhadap satu Tentara Nasional sebagai aparat kekuasaan, setelah diumumkannya proklamasi pada satu setengah bulan sebelumnya.

Karena pasukan serikat telah begitu jauh merongrong kedaulatan RI, pada tanggal 5 Oktober 1945 Presiden menyatakan berdirinya Tentara Keamanan Rakyat atau yang kemudian disebut TKR. Mulai saat itu, di berbagai wilayah di Indonesia dibentuk TKR.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved