Menjadi Penulis Produktif Bersama "Komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis"

Kemajuan teknologi informasi khususnya networking pertemanan melalui jejaring sosial, rupanya bisa juga membawa efek positif bagi penggunanya.

Senayan, Wartakotalive.com

Kemajuan teknologi informasi khususnya networking pertemanan melalui jejaring sosial, rupanya bisa juga membawa efek positif bagi penggunanya. Buktinya, sejak penggunaan sosial merebak, kemudian banyak bermunculan komunitas-komunitas yang menampung para anggota yang memiliki hobi yang sama.

Begitu juga dengan Komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN), yang pada awalnya terbentuk melalui sosial media yaitu Facebook. Komunitas ini lahir dilatarbelakangi oleh niat untuk meningkatkan produktifitas para ibu di berbagai hal khususnya menulis.

Dibangun dengan semangat untuk mendorong kreatifitas dan produktifitas para kaum perempuan, khususnya ibu rumah tangga, dalam perjalannnya Komunitas IIDN mampu menjadi satu wadah yang menampung pikiran, gagasan, serta cita-cita para anggotanya untuk menjadi seorang penulis.

Founder IIDN, Indari Mastuti ketika ditemui Wartakotalive di Kawasan Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (11/11), menjelaskan bahwa sejak didirikan pada Mei 2012 silam, jumlah keanggotaan IIDN bertambah pesat. Saat ini, menurut dia, jumlah anggota IIDN sudah mencapai 5100 orang, yang tersebsar di 15 titik kordinator wilayah di Indonesia dan 10 titik di luar negeri.

“Kami bersama-sama belajar, berdiskusi dan terus memberikan semangat kepada para perempuan agar yang hobi menulis agar menjalani profesi mereka secara serius. Bagi para ibu rumah tangga, selain untuk mengisi waktu luang, menulis kan bisa untuk nambah penghasilan juga,” terang Indari.

Cita-cita dari Indari Mastuti, yang juga seorang ibu rumah tangga dan penulis lebih dari 60 judul buku ini, nampaknya mulai menuai hasil. Seiring berjalannya waktu, profesi menjadi penulis semakin digandrungi para perempuan khususnya ibu rumah tangga. Dan yang lebih membanggakan, kini banyak anggoga IIDN yang sudah menghasilkan karya, bahkan banyak yang kini menjadi seorang penulis produktif.

Bimbingan menulis secara rutin

Menulis itu bukan pekerjaan yang mudah, maka dari itu banyak anggota IIDN yang kerap mengeluhkan hal ini, kata Indari. Namun bagi Indari hal tersebut bisa dimaklumi, mengingat semua orang tidak memiliki bakat menulis dengan baik.

“Yang paling penting adalah keinginan atau niat. Soal bakat atau tidaknya itu kan hanya masalah teknis. Kalau seseorang sudah berniat untuk menjadi penulis, meski tidak memiliki bakat, dengan kesungguhan niat yang mereka miliki dan proses belajar yang sungguh-sungguh, maka kesulitan tersebut lambat laun akan bisa diatasi,” kata Indari.

Mengatasi hal ini, Indari mengaku IIDN secara rutin mengadakan pelatihan menulis kepada para anggotanya secara rutin, baik secara online maupun offline. Diskusi kerapkali dilakukan di group Facebook, sedangkan pelatihan tatap muka sudah sering dilakukan komunitas ini di berbagai kota. Tak hanya itu, melalui sebuah agency naskah Indscript Creative, naskah-naskah dari anggota komunitas akan dibantu disalurkan ke beberapa penerbit di berbagai kota agar bisa diterbitkan.

“Buktinya, melalui pembinaan dan pendampingan kepada anggota, seakarang banyak ibu rumah tangga anggota IIDN yang berhasil menembus berbagai media cetak hingga penerbitan. Bahkan beberapa majalah ternama di Indonesia telah bekerjasama secara intens untuk penyaluran tulisan para anggota komunitas. Saat ini, sudah lebih dari 400 buku telah diterbitkan, baik antologi maupun karya individu anggota,” kata dia.

Indari berharap, ke depannya IIDN ingin memiliki sebuah ‘Rumah Sejuta Perempuan’ yang merupakan tempat beraktifitas semua perempuan Indonesia untuk meningkatkan eksistensi dan produktifitasnya, terutama dalam dunia menulis.

Info IIDN:

Facebook : http://www.facebook.com/groups/ibuibudoyannulis/
Blog : www.ibu-ibudoyannulis1.blogspot.com
Website : www.indscriptcreative.com
 

Editor: Andy Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved