JELAJAH MUSEUM

Periode 1966-1983, Ekonomi Sebagai Haluan Negara

Beranjak ke ruang berikutnya, kita akan meenmukan sebuah ruangan yang menjelaskan keadaan ekonomi Indonesia pada periode 1966-1983.

|
Penulis: Feryanto Hadi |

Tamansari, Wartakotalive.com

Beranjak ke ruang berikutnya, kita akan meenmukan sebuah ruangan yang menjelaskan keadaan ekonomi Indonesia pada periode 1966-1983. Pada periode ini, diwarnai  dengan pergantian kepemimpinan, dari Presiden Soekarno kepada Presiden Suharto. Adanya pergantian rezim ini, tentu saja emngubah haluan Indonesia. Pada masa itu, giliran pembangunan ekonomi menjadi panglima, di bawah kepemimpinan Presiden Suharto.

Orde baru mengambil langkah-langkah yang berhasil menstabilkan dan mendorong pertumbuhan perekonomian. Salah satu faKtor penolong adalah dua kali boom minyak. Pada masa ini, fungsi Bank Indonesia sebagai Bank Sentral dipulihkan kembali.

Dalam masa ini, bank-bank pemerintah diberdayakan sebagai agen pembangunan dengan kucuran kredit likuiditas Bank Indonesia yang suku bunganya rendah dan persyaratanya ringan. Sekitar 80 persen dari total kredit yang diberikan berasal dari kas BI. Potensi ekonomi lokal didorong demi peningkatan ekspor nonmigas maupun berbagai kegiatan ekonomi produktif lainnya. Kelangkaan, khususnya pangan dan sandang, berhasil diatasi dan kesempatan kerja pun meluas.

Posisi Bank Indonesia pada masa ini adalah perubahan stigma, dulunya BI sebagai agen revolusi kemudian menjadi agen pembangunan. Berkat cadangan devisa yang meningkat, BI bersama pemerintah bisa memberikan berbagai skema kredit.

Yang diutamakan adalah sektor-sektor produktif agar inflasi bisa dikendalikan. Di masa ini BI juga bisa makin fokus mendorong pertumbuhan bank. Dewan Moneter kembali aktif, tetapi hanya sebagai badan koordinasi. Di masa ini pula inependensi Bank Indonesia memadai karena berada di luar departemen dan Gubernur BI tidak merangkap sebagai menteri.

Pada ruangan ini juga menjelaskan mengenai penekanan ekonomi yang dilakukan pada masa Presiden Suharto, yakni dengan menumbuhkan sektor-sektor ekonomi industri seperti adanya diorama seorang perajin batik yang sedang melakukan proses membatik dengan perlengkapan yang lengkap. Diorama ini, ada di sisi sebelah kanan ruangan.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved