Ireng Maulana : Kaget Dapat Rp 25 Juta
Ireng Maulana menderita stroke, jantung, dan kondisi kritis di ruang ICU, itulah kata-kata yang beredar lewat blackberry messenger (BBM) dan pesan pendek (SMS) yang beredar di kalangan musisi
Tomang, Wartakotalive.com
Ireng Maulana menderita stroke, jantung, dan kondisi kritis di ruang ICU, itulah kata-kata yang beredar lewat blackberry messenger (BBM) dan pesan pendek (SMS) yang beredar di kalangan musisi dan wartawan hiburan.
Rupanya kabar yang beredar itu tak sepenuhnya benar seperti yang dialami musisi jazz berusia 68 tahun itu. Meski baru keluar dari rumah sakit, namun kondisinya tidak separah seperti kabar yang beredar.
Hal itu terungkap saat Ketua Umum Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta lagu dan Penata Musik Rekaman Indonesia (PAPPRI) Tantowi Yahya menyambangi kediaman Ireng Maulana di Jalan Katalia II, kawasan Tomang, Jakarta Barat, Minggu (4/11) petang.
Alhasil, meski rada "terkecoh", Tantowi merasa senang karena kondisi sahabatnya sesama musisi itu kondisinya tidak seperti heboh diberitakan.
"Hari ini saya datang untuk besuk dan mengetahui kondisi mas Ireng. Saya baru hari ini sempat karena beberapa hari ini berada di luar kota dan menerima banyak BBM dan SMS isinya mengabarkan kondisi mas Ireng," kata Tantowi ditemui di kediaman Ireng Maulana.
"Alhamdullilah saya senang ternyata mas Ireng kondisi sudah lumayan sehat. Kalau kabar beberapa hari ini rame beredar berarti semua concern dan sayang sama mas Ireng," kata Tantowi.
Sementara, Ireng Maulana mengatakan, memang dirinya sempat masuk rumah sakit, hari Sabtu (27/10) malam dan sempat dirawat di RS Siloam BSD, Tangerang selama tiga hari.
"Sabtu sore saya masih ngisi acara di Pondok Indah, memang dada saya agak sesak, saya terusin saja sampai selesai mengisi acara. Terus sampai rumah masih sempat nonton tinju, tengah malam saya nggak kuat lagi dada saya sesak sekali, dan menantu saya antar ke rumah sakit," ungkap Ireng.
Ireng mengungkapkan, saat masuk ruang ICU, justru sesaknya hilang, bahkan sempat mau minta pulang. "Nggak betah saya di rumah sakit. Saya sehat kok, tapi dipaksa istri dan anak-anak sampai tiga hari dirawat di rumah sakit," kata Ireng yang saat ini diminta dokter istirahat dan satu minggu ke depan tidak boleh beraktifitas yang bisa melelahkan.
Dalam kesempatan itu, Ireng juga kaget, kunjungan Tantowi ke rumahnya selain membesuk juga memberikan bantuan pengobatan dari PAPPRI lewat kerja sama dengan Yayasan Kesetiawan dan Kepedulian Sosial Jakarta sebesar Rp 25 juta.
"Serius nih saya dapat uang sebanyak itu?,"kata Ireng "Kalau begitu, besok-besok saya sakit lagi deh setiap bulan ha..ha.ha," kata Ireng sembari bercanda.
Menurut Tantowi, bantuan pengobatan yang diberikan kepada Ireng merupakan program bantuan kepada musisi yang sekarang ini tengah dia canangkan di tubuh PAPPRI di era kepemimpinnanya.
"Saya punya tekad Pappri bermanfaat bagi anggota dan bangsa dan negara. Ini salah salah satu keuntungan musisi, pencipta lagu yang bergabung di Pappri,"katanya.
"Terobosan ini saya lakukan sebagai bentuk keprihatin pada nasib musisi. Waktu muda jadi idola, tapi ketika tua merana. Mas Ireng masih beruntung, tapi banyak tidak beruntung seperti dia," kata Tantowi.
Baru-baru ini Pappri juga memberikan bantuan kepada Leo Waldi yang belum lama ini meninggal dan bantuan pengobatan kepada Benny Pandjaitan (Panbers) yang menderita stroke.
"Terobosoan kerja sama dengan yayasan lebih efektif ketimbang membuat acara malam dana. Karena malam dana lebih banyak mengeluarkan biaya dan saya kira kurang efektif," tandas Tantowi. (*)