Jordan Kwee Bisnis CCTV yang Menjanjikan
Bisnis teknologi informasi (TI) kian hari kian berkem-bang seiring dengan ke-majuan zaman. Berbagai produk bisa dihasilkan dari penggunaan teknologi itu. Salah satunya adalah close circuit televisio
Jakarta, Wartakotalive.com
Bisnis teknologi informasi (TI) kian hari kian berkem-bang seiring dengan ke-majuan zaman. Berbagai produk bisa dihasilkan dari penggunaan teknologi itu. Salah satunya adalah close circuit television (CCTV) yang kini mulai banyak dipilih sebagai salah satu alat pengaman.
Perkembangan teknologi membuat CCTV kini tidak hanya difungsikan untuk merekam kejadian di sebuah lokasi tetapi juga bisa dipantau dari lokasi lain. Program streaming memungkinkan seseorang tetap terhubung dengan orang-orang yang mereka kasihi.
“Orangtua sekarang sudah tidak khawatir meninggalkan anaknya di rumah karena ada CCTV. Sedangkan pemilik usaha tidak khawatir karena CCTV bisa menjadi bukti jika ada kejadian,” tutur Jordan Kwee, pemilik PT Tri Tunggal Cahaya Abadi kepada Warta Kota belum lama ini.
CCTV yang dijual Jordan diambil dari Taiwan karena kualitasnya yang bagus dibandingkan produk lain, di samping harga yang tidak terlalu mahal dibandingkan produk serupa dari negara lain.
Jordan menjual CCTV dengan sistem paket. Ada yang kamera 4, 8, dan 16. Ini untuk memudahkan pelanggan saja dalam membeli CCTV. Kebutuhan kamera juga disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan. Besar rumah tidak terlalu penting tetapi sudut yang ingin diambil konsumen yang penting.
Pelanggan Jordan mulai dari rumah tangga hingga pabrik. Jenis kamera dan paket yang diinginkan bervariasi. Untuk rumah tangga bisa 4 atau 16 kamera. Sedangkan untuk perusahaan besar kebanyakan memilih paket dengan 16 kamera. Jumlah pelanggan Jordan masih tetap didominasi perusahaan.
Selain itu, pelanggan Jordan juga banyak dari rumah makan di sekitar kantornya. “Bisa dikatakan hampir semua rumah makan di sini pelanggan saya. Mereka membutuhkan CCTV karena banyak sekali kehilangan barang-barang pelanggannya,” papar Jordan, sarjana Bachelor of Computer Science dari University of Wallongong Australia.
Jordan menerangkan, kebutuhan CCTV semakin meninggat seiring kemajuan teknologi yang memudahkan pemilik rumah atau pelaku usaha untuk memantau tempat usaha atau rumah mereka dari mana saja. Selain itu CCTV masih efektif untuk dijadikan bukti menangkap pelaku kejahatan dan jika harus dibawa ke polisi.
Jordan juga menawarkan aneka jenis CCTV yang bisa dipilih pelanggannya. Mulai dari yang ukurannya kecil sampai yang besar. Seluruh kamera CCTV Jordan bisa menangkap gerakan pada siang dan malam hari. Juga tersedia cadangan listrik untuk mengawasi gerakan saat listrik putus tapi hanya dalam waktu 1 jam.
Daya simpan rekaman disesuaikan dengan lamanya penggunaan CCTV setiap konsumen. Untuk konsumen rumah, penggunaan CCTV biasanya hanya diaktifkan saat pemilik rumah meninggalkan rumahnya tetapi perusahaan bisa 24 jam nonstop.
Sejak SMP
Jordan memulai usaha di bidang teknologi informasi dimulai sejak ia masih duduk di bangku SMP. Meski hanya iseng-iseng sekadar membantu teman, Jordan sudah menerima honor yang jumlahnya bervariasi, mulai dari Rp 100.00 untuk satu website.
Pengalaman ini menjadi porfolio dirinya setelah serius menekuni bisnis usai menempuh pendidikan di Australia. “Setelah serius, saya dibayar mulai dari Rp 5 juta untuk satu website,” ujar Jordan yang lahir pada 13 Juli 1987.
Satu per satu permintaan pesanan datang hingga ia mulai kewalahan melayani semua pesanan dan memutuskan untuk mencari tenaga kerja. Setelah memiliki perusahaan, Jordan pun mulai mengembangkan usahanya dengan menambah berbagai produk, salah satunya CCTV.
Pilihan menggunakan CCTV tidak lepas dari adanya keterkaitan penggunaan CCTV dengan internet. Jordan memanfaatkan jasa penggunaan streaming yang bisa terhubung dengan CCTV.
Awalnya, Jordan mengambil CCTV melalui tangan kedua. Tetapi rupanya keuntungan yang ia peroleh tidak besar. Apalagi jumlah yang memesan semakin banyak. Jordan pun akhirnya mulai masuk ke bidang impor dengan mengambil langsung dari Taiwan.
Bermain impor membuat Jordan lebih banyak tahu soal CCTV dan membuat peluangnya membuka pasar bisnis CCTV semakin berkembang. Kini ia sudah memiliki cabang di beberapa kota seperti di Semarang, Surabaya, dan Lampung.
Jordan sendiri memilih membuka usaha karena setelah kembali dari Australia, ia kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan. Tidak ada yang sesuai dengan keinginannya sehingga ia memutuskan memanfaatkan keahliannya dalam membuat website.
Berbagai penghargaan yang ia terima menjadi salah satu kelebihan yang bisa ditawarkan kepada calon pelanggannya. Meski tidak mempromosikan usahanya, karya Jordan dipromosikan pelanggannya. Promosi dari mulut ke mulut inilah yang membuat pekerjaanya berkembang. (wik)