Kamis, 14 Mei 2026

JELAJAH MUSEUM

Wow, Ada Wayang Golek Si Manis Jembatan Ancol

Pada lemari pajang sebelah kanan ruangan, kita bisa menyaksikan sosok fenomenal Si Manis Jembatan Ancol dalam bentuk wayang golek.

Tayang: | Diperbarui:

Tamansari, wartakotalive.com

Kehidupan terus bergerak. Pola-pola hidup masyarakat pun secara perlahan menjadi tergeser. Budaya, seolah-olah semakin kalah pamor dengan tontonan lain yang katanya lebih mutakhir, seperti bioskop atau konser, misalnya.

Melihat kenyatan ini, perlu adanya langkah-langkah inovasi pada seni dan budaya di Indonesia. Hal ini juga ditunjukkan dengan pertumbuhan dunia pewayangan yang lebih kreatif, baik dalam bentuk maupun cerita yang ditampilkan. Ini sekaligus membuktikan adanya kemampuan beradaptasi Wayang terhadap perubahan sosio-politik dan kebudayaan yang terjadi.

Barangkali kita juga harus membuang pikiran bahwa Wayang  bukanlah kebudayaan kuno yang hanya bercerita mengenai dunia pewayangan. Seni pewayangan, harus bergerak dinamis, mengikuti perkembangan jaman. Namun demikian, bagaimanapun bentuk dan jalan ceritanya, nilai, makna dan ajaran Wayang harus tetap melekat dan terpancar dalam upaya-upaya pengembangannya.

Tentunya ada peluang besar untuk membuat up-to-date Wayang dengan meluaskan cakupan sampai perkembangan sejarah mutakhir hingga cerita-cerita menarik yang terjadi di kalangan masyarakat.

Adanya perkembangan dan kreatifias terhadap kebudayaan wayang ini, juga bisa disaksikan di Museum Wayang yang terletak di Jalan Jl. Pintu Besar Utara No. 27 Jakarta Barat. Di dalam satu ruangan museum ini, tepatnya berada di lantai satu atau tak jauh dari taman yang ada di bagian tengah museum, memamerkan koleksi-koleksi wayang kreasi.

Pada lemari pajang sebelah kanan ruangan, kita bisa menyaksikan sosok fenomenal Si Manis Jembatan Ancol dalam bentuk wayang golek. Seperti kita tahu, cerita mengenai sosok hantu perempuan cantik ini sudah meluas di kalangan masyarakat Jakarta pada khususnya, bahkan sudah tersebar ke penjuru negeri karena kisah mengenai si manis ini juga pernah difilmkan secara serial di sebuah stasiun televisi.

Di ruangan ini pula, terdapat sosok lain yang hadir dalam bentuk wayang golek, termasuk cerita yang terjadi pada sosok tersebut. Seperti misalnya cerita tentang Si Jampang, cerita Si Pitung dan sebagainya. Di sini juga ditampilkan wayang golek representasi para tokoh Betawi yang sedang berhadapan dengan wayang-wayang Belanda.

Ukuran nilai masa lalu mungkin memang berbeda dengan masa kini. Namun, nilai-nilai positif Wayang dalam memaknai kehidupan manusia, baik secara individu, anggota masyarakat atau dalam hubungannya dengan alam dan Sang Pencipta, tetap berlaku hingga ke depan. Dan pada hasil inovasi Wayang yang ada di masa kini dan masa depan nanti, diharapkan tetap menampilkan unsur edukasi serta pencerahan kepada masyarakat, selain memberikan hiburan seni dan budaya.

FERYANTO HADI/REN

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved