JELAJAH MUSEUM
Prasasti Tugu, Prasasti Terpanjang di Masa Tarumanegara
Prasasti Tugu, namanya. Dari berbagai sumber yang diperoleh Wartakotalive, prasasti itu ditemukan pada 1878 di wilayah yang kini bernama Kelurahan Tugu Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara.
Tamansari, Wartakotalive.com
Jika berplesir ke ruang pamer koleksi klasik (sejarah) di Museum Sejarah Jakarta, Anda bakal menemui berbagai macam batu prasasti yang menempati dua ruangan tak terlalu besar. Ruangan ini terletak di lantai satu atau berdekatan dengan ruang koleksi penyimpanan benda-benda prasejarah Jakarta.
Ada beberapa prasasti yang dipajang di dua ruangan bersebelahan itu. Antara lain, Prasasti Tugu, Prasasti Ciaruteun, Prasasti Munjul, Patung Wisnu Cibuaya 1 dan 2 serta Tugu Padrao. Semua koleksi ini menjadi saksi bisu perjalanan sejarah Jakarta.
Dalam pandangan tim, ada satu prasasti yang begitu menarik perhatian. Selain karena bentuknya, juga terpenting adalah sejarah yang terkandung dalam prasasti yang dipahatkan pada batu utuh berbentuk bulat telur berukuran 1 meter itu.
Prasasti Tugu, namanya. Dari berbagai sumber yang diperoleh Wartakotalive, prasasti itu ditemukan pada 1878 di wilayah yang kini bernama Kelurahan Tugu Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara.
Atas prakarsa P.de Roo de la Faille, Prasasti Tugu Batu dipindahkan ke Bataviaach Genootschap van Kunsten en Wetenschappen (sekarang Museum Nasional) pada 1911. Hingga kemudian, prasasti itu menjadi koleksi Museum Sejarah Jakarta.
Prasasti Tugu bertuliskan aksara Pallawa yang disusun dalam bentuk seloka bahasa Sansekerta dengan metrum Anustubh yang terdiri dari lima baris melingkari mengikuti bentuk permukaan batu.
Prasasti Tugu tidak mencantumkan pertanggalan. Kronologisnya didasarkan pada analisis gaya dan bentuk aksara (analisis palaeografis).
Berdasarkan analisis tersebut diketahui bahwa prasasti ini berasal dari pertengahan abad ke-5 masehi. Prasasti Tugu dan Prasasti Cidanghi yang memiliki kemiripan aksara. Atas dasar ini, sangat mungkin sang pemahat tulisan (citralaikha dan Citralekha) kedua prasasti ini adalah orang yang sama.
Dibandingkan dengan prasasti-prasasti dari masa Tarumanegara lainnya, prasasti Tugu merupakan prasasti terpanjang yang dikeluarkan Sri Maharaja Purnawarman. Prasasti ini dikeluarkan pada masa pemerintahan Purnawarmman pada tahun ke-22 sehubungan dengan peristiwa peresmian saluran Gomati dan Candrabhaga.
Prasasti Tugu memiliki keunikan: ada pahatan hiasan tongkat yang pada ujungnya dilengkapi dengan semacam trisula. Gambar tongkat tersebut dipahatkan tegak memanjang ke bawah seolah berfungsi sebagai batas pemisah antara awal dan akhir kalimat-kalimat pada prasastinya.
Adanya Prasasti Tugu ini semakin menguatkan keyakinan bahwa pada masa dulu, Jakarta merupakan wilayah kekuasaan Kerajaan Tarumanegara. Selain Tarumanegara, dijelaskan pula bahwa Kerajaan Sunda pernah berjaya di Jakarta pada masa dulu.
FERYANTO HADI/REN