Selasa, 12 Mei 2026

JELAJAH MUSEUM

Nekara, Penanda Kemajuan Teknologi Masyarakat Prasejarah

Jika Kita memasuki ruang prasejarah pada komplek Museum Nasional, pemandangan yang paling mencolok adalah adanya empat benda perunggu berbentuk bak tungku berukuran besar. Namun, kala diamati secara dekat dan membaca informasi di sampingnya, ternyata benda-benda itu bernama Nekara.

Tayang:

Gambir, Wartakotalive.com

Jika Kita memasuki ruang prasejarah pada komplek Museum Nasional, pemandangan yang paling mencolok adalah adanya empat benda perunggu berbentuk bak tungku berukuran besar. Namun, kala diamati secara dekat dan membaca informasi di sampingnya, ternyata benda-benda itu bernama Nekara.

Nekara merupakan artefak perunggu terpenting dari masa prasejarah dan menjadi salah satu penanda kemajuan teknologi masyarakat dalam kemahiran mengolah logam yang diperkirakan dimulai sekitar 2500 SM.

Setiap Nekara mempunyai pola-pola hias yang tidak sama. Alhasil, perbedaan ini sangat berpengaruh kepada klasifikasi Nekara. Nekara sendiri diklasifikasikan menjadi 4 tipe, yakni tipe Heger I, II, III dan IV.

Di Indonesia, temuan Nekara Heger cukup banyak khususnya tipe Heger I. Penemuannya meliputi Indonesia bagian barat dan Indonesia bagian timur. Salah satu temuan Nekara Heger I berukuran besar, dengan pola hias serta terukir hiasan katak pada bidang pukulnya adalah Nekara yang ditemukan di Pulau Sangeang, sebelah barat Sumbawa, yang kemudian diberi nama Makalamau.

Nekara, khususnya tipe Heger I memiliki ciri-ciri budaya Dong-Son (Vietnam), sehingga kerapkali juga disebut Nekara Dong-Son. Kebudayaan Dong-Son di Vietnam memang memegang peranan penting dalam perkembangan kebudayaan perunggu di Asia Tenggara dan Indonesia.

Keberadaan Nekara di Indonesia dianggap salah satu bukti adanya kontak masyarakat prasejarah dengan bangsa-bangsa di daratan Asia Tenggara, khususnya di bidang perdagangan sederhana dalam bentuk pertukaran benda atau barter. Nekara sendiri berfungsi sebagai genderang perang,alat memanggil hujan, benda tukar, wadah kubur dan penanda status.

Pengamatan tim Jelajah Museum Wartakotalive, kondisi keempat Nekara di ruang prasejarah Museum Nasional ini sudah rusak. Namun, kerusakan itu tidak mengurangi nilai historis dari benda yang terbuat dari perunggu tersebut. Ukiran di bagian badan Nekara juga masih bisa terlihat dengan jelas.

Nah, masih banyak lagi benda-benda sejarah di Museum Nasional yang bakal kita kupas. Karena itu, ikuti terus Jelajah Museum di Wartakotalive.com.

FERYANTO HADI/REN

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved