Selasa, 16 Juni 2026

IIMS 2012

Menelusuri Jejak Perjalanan IIMS Sejak 1989

Pameran otomotif The 20th Indonesia International Motor Show (IIMS) 2012 baru saja berakhir pada Minggu (30/9/2012). Disebut-sebut sebagai ajang pameran otomotif berskala internasional terbesar di Asia Tenggara, IIMS 2012 yang berlangsung di Jakarta Internasional Expo (JIExpo) Kemayoran Jakarta selama 11 hari sejak 20 September ini membukukan kesuksesan baik dari segi jumlah pengunjung maupun transaksi.

Tayang:

Kemayoran, Wartakotalive.com

Pameran otomotif The 20th Indonesia International Motor Show (IIMS) 2012 baru saja berakhir pada Minggu (30/9/2012). Disebut-sebut sebagai ajang pameran otomotif berskala internasional terbesar di Asia Tenggara, IIMS 2012 yang berlangsung di Jakarta Internasional Expo (JIExpo) Kemayoran Jakarta selama 11 hari sejak 20 September ini membukukan kesuksesan baik dari segi jumlah pengunjung maupun transaksi.

Diikuti 310 perusahaan, yang terdiri dari 35 APM (Agen Pemegang Merek) dan 275 perusahan pendukung, IIMS 2012 menjadi kegiatan pamer otomotif yang berhasil menarik kehadiran 368.790 orang pengunjung. Jumlah pengunjung ini membuat pihak penyelenggara sangat bergembira karena melampui target yang dipatok, yakni 350.000 orang dan jumlah pengunjung IIMS tahun lalu, yakni 322.823 orang.

Sebagai catatan, membludaknya pegunjung sempat membuat kemacetan arus lalu lintas di jalan-jalan menuju area pameran dan sebaliknya. Ketua Panitia Penyelenggara IIMS 2012 Johnny Darmawan tak hanya merasa perlu menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. Selain meminta maaf kepada masyarakat, Johny Darmawan juga menyatakan, mulai tahun depan jumlah pemgunjung IIMS akan dibatasi hingga 350.000 orang saja.

"Saya mendapat banyak protes dari berbagai pihak, untuk itu saya pribadi minta maaf," kata Johny pada saat menyampaikan sambutannya pada acara penutupan IIMS 2012 Sabtu pekan lalu.

Namun Darmawan juga mengemukakan, besarnya jumlah pengunjung IIMS 2012 ini mencerminkan besarnya animo masyarakat pada dunia industri otomotif nasional. Selain itu minat masyarakat juga bisa dilihat dari transaksi yang terjadi di IIMS 2012.
 
Meskipun pihak penyelenggara menyatakan transaksi bukanlah tujuan utama IIMS, hingga Sabtu (29/9/2012) jumlah transaksi untuk pembekian kendaraan dan aksesoris kendaraan melampaui target yang dipatok panitia dan jumlah transkasi yang diraih pada IIMS 2011, yakni Rp 4,4 triliun. Minggunya jumlah ini telah menembus angka Rp 4,5 triliun.

"Sampai laporan terakhir yang saya terima, jumlah transaski mencapai Rp 4,4 triliun, lebih besar dari tahun lalu," ujar Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Sudirman MR di sela-sela acara penutupan IIMS 2012.

Kiprah Gaikindo

Perkembangan industri otomotif di Indonesia tidak terlepas dari kiprah Gaikindo, sebuah asosiasi yang menaungi APM di Indonesia. Sebagai organisasi otomotif terbesar di tanah air, kata Sudirman, Gaikindo memiliki visi untuk menjadi organisasi otomotif berkelas dunia, profesional dan independen.

"Gaikindo juga ingin terus berperan aktif sebagai mitra sejajar pemerintah dalam mengembangkan industri otomotif Indonesia agar bisa bersaing di pasar internasional," tutur Sudirman.

Untuk mengejar visi itu, katanya, Gaikindo mengusung misi untuk meningkatkan daya saing industri otomotif Indonesia di pasar global. Usaha serius pelaku industri otomotif tanah air yang berkesinambungan nyatanya bisa terbukti. "Usaha serius pelaku industri otomotif tanah air yang berkesinambungan nyatanya bisa terbukti," tuturnya lagi.

Selanjutnya Sudirman mengemukakan, untuk menunjukkan perkembangan industri otomotif di tanah air, salah satu kegiatan yang rutin dilaksanakan oleh Gaikindo ialah pameran otomotif IIMS. Melalui IIMS inilah Gaikindo ingin menunjukkan kepada dunia bahwa industri otomotif tanah air terus berkembang dan memiliki pasar yang besar.

Pertanyaannya, bagaimanakah perjalanan IIMS sehingga mampu menjadi ajang pameran otomotif terbesar di Tanah Air sekaligus pameran yang memiliki skala internasional dan diakui dunia? 

Sudirman MR dan Johny Darmawan mengakui, perjalanan IIMS yang kini telah berkembang pesat menjadi ajang pameran otrotmotif terbesar di ASEAN  tidak diraih dengan mudah. Berbagai fase telah dilalui sejak kali pertama IIMS dilaksanakan pada 1986.

Ketika itu, pameran otomotif pertama diselenggarakan oleh Gaikindo dengan nama Pameran Mobil Gaikindo. Pameran yang digelar di  Jakarta Convention Center (JCC) Senayan itu memanfaatkan lahan sekitar 4000 m2 dan diikuti oleh 13 anggota Gaikindo.

Pada 1989, Pameran Mobil Gaikindo berubah nama menjadi Jakarta Auto Expo. Namun selepas 1989, yakni pada 1992 dan 1993 pameran sempat ditunda karena memburuknya perekonomian nasional. Kemudian pada 1994 pameran kembali digelar seiring dengan mulai membaiknya perekonomian.

Namun pameran kembali terhenti menyusul krisis moneter yang berkembang menadi krisis ekononmi dan krisis multidimensi melanda Indonesia pada 1997. Baru pada tahun 2000, seiring bangkitnya perekonomian Gaikindo kembali mengadakan pameran otomotif. Sejak saat itu mama pameran juga berubah menjadi Gaikindo Auto Expo dan mulai diorganisisaj oleh Dyandra Promosindo.
 
Dimulainya pameran berskala internasional

Pada 2006, pameran otomotif yang diselenggarakan oleh Gaikindo ini memasuki era baru. Pameran otomotif ini juga memperoleh dukungan dari Organisation Internationale des Constructeurs d'Automobiles (OICA)). Karena telah bertaraf internasional, nama pameran pun berubah menjadi The 14th Indonesia International Motor Show (IIMS).

Pada 2007 IIMS mengusung tema “Green Better Living” untuk menunjukkan keseriusan industri otomotif Indonesia terhadap isu pemanasan global. Pada tahun-tahun berikutnya, IIMS menunjukkan konsistensinya dalam  mengangkat tema teknologi ramah lingkungan di dunia otomotif.

Selain itu berbagai program pendukung dan hiburan pun ditingkatkan. Termasuk di dalamnya ialah pemenuhan fasilitas untuk menjadikan IIMS sabagai pameran otomotif terbesar kebanggaan bangsa Indonesia. Menempati lahan baru di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta Pusat, IIMS 2009 menggunakan luas lahan yang lebih besar yaitu 40.410 m2.

Pada 2011, Jepang sebagai salahnsatu negara industri otomotif terbesar di dunia, mengalami bencana tsunami. Situasi ini sempat mempengaruhi berbagai aspek kehidupan termasuk industri otomotif. Indonesia tak terbebas dari dampak bencana yang menelan korban ribuan nyawa manusia ini.

Namun komitemen Gaikindo untuk tetap menyelenggarakan IIMS memperoleh dukungan dari seluruh APM. Terbukti pada tahun itu, IIMS mengalami peningkatan dalam ha; luas lahan menjadi 63.654 m2.

Pada 2012 IIMS mencatat prestasinya sebagai  pameran otomotif bertaraf internasional. Luas area pameran otomotif ini menduduki posisi paling luas di antara penyelanggaraan pameran otomotif serupa di Asia Tenggara, yakni  71.331 m2. Jumlah pesertanya pun mencapai 310 perusahaan, yang terdiri dari 35 APM dan 275 perusahan pendukung.

Dari segi publikasi IIMS 2012 juga menjadi ajang pameran yang mendapatkan pemberitaan yang luas. Sedikitnya 903 jurnalis dari media lokal dan 67 jurnalis dari media asing meliput dan memberitakan pameran otomotif yang kini menjadi incaran berbagai produsen kendaraan dari berbagai belahan dunia.

WILLY PRAMUDYA

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 02:00 WIB
Belgium
Belgia
VS
Egypt
Mesir
Grup H - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 05:00 WIB
Saudi Arabia
Arab Saudi
VS
Uruguay
Uruguay
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 08:00 WIB
Iran
Iran
VS
New Zealand
Selandia Baru
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved