Breaking News:

Tina Talisa Punya Data Otentik

DITANDAI dengan senyuman manis dari bibir Tina Talisa, kesepakatan perdamaian pun lahir antara Warta Kota dengan presenter kondang kelahiran Bandung 24 Desember 1979 ini di Gedung Dewan Pers, Jalan Kebonsirih, Jakarta Pusat, Selasa (4/9).

Palmerah, Wartakotalive.com

DITANDAI dengan senyuman manis dari bibir Tina Talisa, kesepakatan perdamaian pun lahir antara Warta Kota dengan presenter kondang kelahiran Bandung 24 Desember 1979 ini di Gedung Dewan Pers, Jalan Kebonsirih, Jakarta Pusat, Selasa (4/9).

Rekomendasi Dewan Pers sebagai pemrakarsa mediasi, menyatakan bahwa Warta Kota, diminta memuat hak jawab secara proporsional dengan mengingatkan bahwa ke depan harus memberitakan secara proporsional. Sementara terkait dengan pemberitaan yang menyebut-nyebut bahwa Tina menerima sejumlah aliran dana dari Mirwan Amir, presentar kondang ini mengatakan, apa yang disebutkan sejumlah media termasuk Warta Kota, adalah salah. Sebab, dari data yang diterimanya dari bank tempatnya menyimpan uang, tidak ada aliran dana yang berasal dari Mirwan Amir.

"Kenapa saya katakan salah, karena saya punya data otentik yang saya terima dari bank bersangkutan yang saya miliki. Saya tegaskan, tidak ada aliran dana Rp 120 juta, maupun Rp 116 juta atau berapapun dari Mirwan Amir ke rekening saya yang manapun dan dalam waktu kapanpun," ujar Tina saat melakukan mediasi di Dewan Pers.

Tina pun menyinggung pemberitaan sebuah media Ibu Kota yang menyebutkan bahwa dirinya menerima sejumlah dana yang ditransfer ke rekening pribadinya, dengan rincian pada tanggal 19 Mei 2011 menerima dana Rp 25 juta, 23 Mei 2011 Rp 10 juta, 3 Juni 2011 Rp 75 juta, dan 17 Juni 2011 sebesar Rp 6 juta. "Saya nyatakan dengan tegas, bahwa transfer dalam jumlah dan pada tanggal tersebut benar adanya, tapi bukan berasal dari Mirwan Amir. Saya bisa menunjukkan bukti dengan jelas dari mana uang itu datang, dari data buku rekening saya sendiri, pun saya bisa menunjukkan data dari pengirimnya bahwa memang mengirimkan (uang) kepada saya," tegasnya.

Dengan wajah tenang dan tak henti memberikan senyuman, Tina mengaku memiliki tiga rekening bank lainnya selain BCA, yaitu rekening Bank HSBC Amanah, Bank Mega, dan Bank Mandiri. Dia sudah melakukan pencetakan dari semua rekening bank yang dimilikinya, dan dari hasil pencetakan tersebut, menunjukkan bahwa sangkaan atau tuduhan yang menyebut-nyebut dirinya itu tidak benar. Tina mengatakan kepada sejumlah wartawan yang berada di Gedung Dewan Pers untuk tidak langsung mempercayai bukti-bukti yang dimilikinya dari bank, dan mempersilakan para wartawan untuk melakukan verifikasi jika masih meragukan keterangan yang diberikannya.

"Dari pencetakan tersebut, tidak ada serupiah pun transfer dari Mirwan Amir kepada saya, saya bisa tunjukkan data-datanya, dan saya tidak meminta rekan-rekan sejawat untuk mempercayai apa yang saya sampaikan," lanjutnya.

Menurut Tina, aliran-aliran dana yang ditransfer ke rekeningnya berasal dari Amrinur Okta Jaya yang tak lain merupakan suami yang menikahinya pada 17 Juli 2011. Dana itu, kata dia, diterimanya sebelum resmi menyandang status sebagai nyonya Amrinur Okta Jaya.

"Dana itu untuk persiapan pernikahan kami, dan memang pada tanggal 14 dan 15 Mei 2011, kami ada pertemuan keluarga untuk menentukan tanggal pernikahan. Saya sedih, karena dana-dana yang masuk itu untuk dana baik, tetapi malah diduga sebagai aliran dana korupsi," ungkapnya.

Dalam kesempatan ini, Tina mengajak rekan-rekan wartawan untuk membuktikan jika sekiranya data yang diberikan masih memiliki keraguan. "Mungkin jika ada yang memiliki data lebih valid dari saya, silakan buktikan, tapi saya meyakini data saya ini final karena yang mengeluarkan adalah bank," ujarnya saat ditemui di Gandaria City, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, semalam.

Saat ditanya kemungkinan isu tersebut beredar lantaran ada seseorang atau pihak yang sengaja menyebarkan kabar tersebut untuk menjegal dirinya yang dikabarkan akan menyalonkan diri sebagai Wali Kota Bandung, Tina pun tersenyum seraya menjawab, "Saya tidak perlu antisipasi karena saya tidak terlibat dan tidak pernah ada hubungan pekerjaan, transfer atau ada transaksi keuangan dengan kakak ipar saya".

Dia enggan berspekulasi mengenai kemungkinan adanya pihak yang sengaja menggulirkan isu tersebut untuk mencoreng namanya. "Yang harus saya lakukan adalah membuktikan bahwa fitnah itu terbantahkan dengan data. Saya tidak mau menyelidiki siapa di balik isu ini, saya juga tidak mau menduga-duga apa motifnya. Fitnah ini merugikan saya dan mencemarkan nama baik saya," katanya yang untuk kesekian kali mengatakan bahwa kabar dirinya menerima aliran dana korupsi adalah tidak benar.

Terkait pengaduannya ke Dewan Pers, Tina bersyukur sudah menemui titik temu dari hasil mediasi yang dilakukan Dewan Pers. Selama delapan tahun menekuni dunia jurnalistik, Tina mengatakan bahwa peristiwa inilah yang membuatnya tahu akan duka sebagai seorang jurnalis maupun korban pemberitaan. "Jujur, saya kecewa dengan adanya pemberitaan ini. Tapi, ya, yang saya lakukan ini (mengadukan ke Dewan Pers) sebagai upaya pembelajaran untuk kita semua," katanya. (vin)

Editor: Andy Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved