Search
 
zoomZoom:   A   A   A
ShareShare:          
Minggu, 23 September 2012 | 11:47 WIB
Blacklisted, Tempat Nongkrong Baru
Watermark image
Warta Kota/Vini Rizki Amelia Barista cafe Blacklisted asal Australia
Dibaca : 334 kali.

Palmerah, Wartakotalive.com

Bagi Anda penggemar kopi ada tempat nongkrong baru. Namanya Blacklisted yang terletak di Ground Floor, Puri Indah Mall, Jakarta Barat. Namanya seakan mengundang pertanyaan, Blacklisted alias daftar hitam. Lalu, "daftar hitam" apa saja yang ditawarkan kepada penyuka minuman pahit itu di gerai perdana Blacklisted?

Pemilik Blacklisted, Dendy Sahaja, mengatakan, warung kopinya memakai biji kopi pilihan dan biji kopi impor berkualitas premium dalam meracik minumannya. Biji-biji kopi itu langsung dipanggang di gerainya yang menghasilkan cita rasa sendiri. "Kopi yang tersedia di Blacklisted bukanlah minuman kopi biasa. Proses pembuatan kopi diawasi dan diracik dengan formula kreasi seorang ahli kopi, Saxon Wright," ujar Dendy, di gerai kopinya, Blacklisted, belum lama ini.

Saxon Wright yang asal Australia menilai kesadaran konsumen Jakarta terhadap produk kopi premium semakin tinggi. Mereka bukan sekedar menikmati rasa, melainkan kebiasaan ngopi sudah menjadi bagian keseharian masyarakat perkotaan. "Memahami kebutuhan ini, Blacklisted Coffee hadir bagi para coffee connoisseur (penikmat kopi—Red) yang mendambakan produk berkualitas serta tempat nongkrong yang berbeda dari yang lain," tutur juri World Barista Championship, ini.

Blakclisted juga menyuguhkan beragam makanan, mulai dari menu sarapan, main course, serta makanan ringat seperti pastry dan cake. Kudapan itu hasil kreasi Chef KE Ong yang telah berpengalaman 20 tahun membuat kue.

Perpaduan antara ahli kopi dan kue itu menjadi daya tarik warung kopi Blacklisted untuk tempat nongkrong baru bagi yang ingin hang out. "Gerai kami sengaja dirancang bagi anak muda, kopi bagian dari lifestyle. Kami sengaja mendesain ritel kami dengan ambience cool and mysterious, namun masih dengan nuansa hangat dan familiar yang mengingatkan para customer suasana di luar negeri," ujar Dendy.

Nama Blacklisted itu, kata Saxon Wright, mengacu pada sejarah budaya minum kopi di Inggris. Dia menjelaskan, pada tahun 1675, penguasa Inggris, Raja Charles II melarang izin usaha coffee house atau warung kopi. Alasannya, para pecinta kopi yang nongkrong di warung kopi itu kerap mengkritis pedas kebijakan-kebijakan kerajaan.

Namun, larang itu tidak membuat warga Inggris melupakan kopi. Justru kecintaan terhadap minuman hitam itu kian bertambah. (vin)

Editor : Andy Pribadi