
Menteng, Wartakotalive.com
Partai Karya Republik (Pakar) dan Partai Nasional Republik (NasRep) mendaftarkan keikutsertaannya dalam Pemilu 2014 ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat, Jumat (31/8).
Pakar melakukan pendaftaran diwakili Pengurus DPP Pakar Ari Sigit, sedangkan NasRep melalui Sekjen Neneng Atuti.
Kedua partai ini melakukan pendaftaran secara bergantian. Partai Pakar datang terlebih dahulu diwakili Ari Sigit dan dilanjutkan partai yang dibesarkan Tommy Soeharto, NasRep.
Dalam kesempatan itu, Sekjen Partai NasRep, Neneng mengungkapkan bahwa partainya sudah melengkapi berkas-berkas verifikasi sebagaimana telah ditentukan KPU. Di antaranya berkas-berkas administrasi dalam bentuk soft copy dan hard copy kepengurusan tingkat propinsi dan kabupaten/kota serta tingkat kecamatan.
"Kami telah menyerahkan berkas ke KPU dan siap membawa rakyat agar sejahtera. Saya selaku Sekretaris Jenderal menyatakan telah bersedia untuk mengikuti verifikasi KPU sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku," tegasnya usai melakukan pendaftaran di Gedung KPU, Jumat (31/8).
Partai NasRep, kata Neneng, akan berusaha mewujudkan dan mengembalikan kejayaan bangsa Indonesia. Hanya saja, saat disinggung kejayaan di maksud pada era Orde Baru, Soeharto, Neneng dengan halus menampiknya. "Partai NasRep akan mengembalikan kejayaan, meraih kejayaan Indonesia," kilahnya.
Disinggung pendaftarannya dilakukan bersamaan dengan Partai Pakar, Neneng menyatakan bahwa hal itu adalah kebetulan semata tanpa perencanaan sebelumnya. Yang jelas, ia menggarisbawahi pada partainya yang dipimpin Jus Usman sebagai Ketua Umum dan Tommy Soeharto sebagai Ketua Dewan Pembina akan menyelesaikan proses verifikasi oleh KPU.
"Pas kebetulan saja. Bapak Tommy Suharto Ketua Dewan Pembina, Ketua Umum Jus Usman, Muchdi PR Dewan Penasihat. Mengenai calon presiden nanti, kita sekarang fokus menyelesaikan verifikasi," kata Neneng.
Sementara itu Ketua Umum Pakar Ari Haryo Wibowo atau dikenal Ari Sigit mengatakan, pihaknya sudah memenuhi persyaratan yang dikeluarkan KPU. Namun, ada sejumlah aturan yang belum diserahkannya.
"Di kabupaten sudah, DPC sudah, kabupaten juga sudah cuma ada beberapa yang belum kita lampirkan nanti kita susulkan. Misalnya kantor-kantor DPD, KTA (kartu Tanda Anggota), akun partai kita susulkan. Insya allah sebelum tanggal 7 (September) sudah selesai," ujar Ari Sigit di Kantor KPU Pusat, Jumat.
Ari mengungkapkan. alasannya terjun ke dunia politik karena melihat perekonomian kerakyatan yang tidak tertata rapi. Ia juga menilai infrastruktur dan prasarana yang dimiliki daerah-daerah sudah tidak terawat.
Lalu apakah Pakar ingin seperti era Soeharto ?
"Kalau itu memang lebih bagus dari sekarang kenapa enggak," kata cucu Soeharto itu.
Ia juga mengatakan bahwa situasi politik era Soeharto lebih baik dari saat ini. Untuk itu, Ari menegaskan akan mengusung kembali demokrasi Pancasila. Ketika ditanyakan apakah kehidupan di era Soeharto lebih baik dari saat ini, Ari enggan mengungkapkannya
Pengumpulan KTA
KPU Pusat memutuskan memperpanjang masa penyerahan kartu tanda anggota (KTA) bagi partai politik yang hendak ikut Pemilu 2014.
Hal ini disampaikan Ketua KPU Pusat Husni Kamil Manik, di gedung KPU Pusat, Jakarta, Jumat.
"Kita merencanakan penambahan 22 hari, terutama bagi parpol yang punya kursi di DPR," kata Husni.
Menurut Husni, berdasarkan peraturan sebelumnya, parpol yang sudah punya kursi di DPR, artinya mereka sudah memenuhi electoral tresshold (ambang batas pemilu), tak perlu mengumpulkan KTA.
"Karena dari awal mereka (parpol yang punya kursi di DPR) tak mempersiapkan KTA," kata Husni menambahkan.
Namun demikian, KPU tak memperpanjang masa pendaftaran, yaitu hingga 7 September 2012. Artinya, yang diperpanjang hanya batas penyerahan KTA.
Penambahan waktu tersebut menyebabkan rangkaian waktu pendaftaran, verifikasi, dan penetapan parpol peserta Pemilu 2014 juga mundur.
Rangkaian yang tadinya dijadwalkan berakhir 15 Desember 2012 mundur menjadi 8 Januari 2013. BK/tribunnews.com/inilah.com/yy
