Kanal

Tanggapi Tawuran Pelajar, Bowo Irianto: Sekolah Tak Mungkin Awasi Diluar Jam Sekolah

PLT Kepala Dinas Pendidikan Bowo Irianto di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (12/9/2018). - Wartakotalive.com/Anggie Lianda Putri

PLT Kepala Dinas Pendidikan Bowo Irianto menanggapi tawuran dua geng yang menewaskan seorang pelajar SMK Muhammadiyah 15 pada 1 September 2018 lalu.

Menurutnya semua sekolah sudah memiliki peraturan dan tata tertib yang mencegah perilaku menyimpang dan perilaku tidak terpuji.

"Sudah dilakukan itu yah, namun demikian fakta terakhir yang belakangan terjadi kita memang tidak bisa mengawal anak pelajar pada pagi hari. Nah saat itu (tawuran) terjadi kita tidak mungkin mendampingi teruskan," ujar Bowo di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (12/9/2018).

Pasalnya tawuran antar geng Sparatiz (SMAN 32) dan geng Redlebbels (SMK Muhammadiyah 15) di Jalan R Soepeno, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan terjadi pukul 03.50 WIB.

"Selama masih disekolah kami melakukan seluruh praturan yang sudah ditegakan oleh sekolah, tapi ini kan kejadianya pada hari libur Sabtu dini hari pada pukul 3.50 WIB, kan sekolah enggak mungkin awasi jam segitu," ucapnya.

Sementara Bowo merencanakan membuat peta terkait sekolah-sekolah yang terindikasi sering terjadi tawuran. (M16)

Penulis: Anggie Lianda Putri
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota

Kronologi Polisi Gadungan Perkosa Siswi SMK di Hadapan Pacar, Berawal Kepergok Mesum di Warnet

Berita Populer