Kanal

SBY Sebut Pencapaiannya karena Pemimpin Terdahulu, Jokowi Justru Ingin Hapus Sejarah

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) jelaskan data kemiskinan pakai data ukuran minimum yang ditetapkan oleh Bank Dunia. - Kompas.com

Hal tersebut dibuktikannya lewat potret sebuah kolom berita harian lokal Nusa Tenggara Barat(NTB) yang diposting lewat akun twitternya, @AndiArief_ pada Rabu (12/9/2018).

Dalam laporan tersebut, terdapat keterangan Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Nusa Tenggara Barat (NTB), Brigjen TNI (Purn) H Abdul Kadir yang menolak pembongkaran prasasti yang ditandatangani Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Alasannya, karena prasasti tersebut menjadi memorial resmi beroperasinya Bandara International Lombok (BIL) yang berlokasi di Kabupaten Lombok Tengah, NTB pada tanggal 20 Oktober 2011.

"Sampai segininya mau mengubur jejak sejarah," tulis Andi Arief menyinggung Jokowi. 

Dirinya pun mengaku heran dengan aksi Jokowi-sapaan Joko Widodo; yang hendak mengakui hasil pembangunan pemimpin terdahulu. Aksi tersebut katanya melampaui akal dari mafia nomor satu dunia.

"Saya gak habis fikir sampai ada upaya jokowi untuk mengklaim pembangunan infrastruktur yang dibangun oleh Preaiden terdahulu dsngan cara mengganti prasastinya, mafia nomor wahid dunia saja tak pernah punya pikiran dan cara ini," tulisnya lagi.

 (dwi)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota

Kronologi Lengkap Mahasiswi Dibunuh Pacar di Aceh, Diajak Jalan hingga Pelaku Kabur ke Rumah Ipar

Berita Populer