Kanal

Respon SBY Soal Rencana Pencopotan Prasasti Bandara Lombok Yang Pernah Ditandatanganinya

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) jelaskan data kemiskinan pakai data ukuran minimum yang ditetapkan oleh Bank Dunia. - Kompas.com

KALA itu Kamis (20/10/2011) pagi, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan Bandara Internasional Lombok (BIL).

BIL adalah satu-satunya bendara berskala internasional di NTB sebagai pengganti bandara lama Selaparang.

Bandara Selaparang dianggap sudah tidak mampu lagi menampung penumpang yang terus meningkat setiap tahunnya.

Bandara ini menempati area seluas 551 hektar atau delapan kali lipat dari luas bandara lama.

Dalam sambutannya Gubernur Nusa Tenggara Barat Zainul Majdi menjelaskan bahwa selesainya pembangunan Bandara Internasional Lombok merupakan bukti bahwa Provinsi NTB bisa maju dan akan terus maju.

"Insya Allah terwujudnya Bandara Internasional Lombok adalah babak baru peningkatan perekonomian warga secara umum dan peningkatan pariwisata yang kami optimis akan segera tercapai karena kini kami telah memiliki pintu gerbang bagi dunia internasional untuk menyaksikan NTB, salah satu tujuan wisata terindah di Indonesia, bahkan dunia."

Zainul menegaskan pada tanggal 27 Mei 2011, Presiden telah mencanangkan MP3EI dimana Provinsi NTB berada dalam koridor lima bersama NTT dan Bali dengan program utama sebagai pintu gerbang pariwisata dan penyangga lumbung pangan nasional.

"Insya Allah dengan beroperasinya bandara ini akan mampu menjadi pintu masuk investasi dan menjadi kawasan ekonomi baru bagi pengembangan pariwisata, utamanya pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah sebagai salah satu wujud nyata pengembangan MP3EI tersebut," ujar Zainul ketika itu.

Sementara Menteri Perhubungan E.E. Mangindaan dalam laporannya mengungkapkan, perkembangan bandar udara yang pada umunya dikelola PT. Angkasa Pura I mengalami peningkatan rata-rata 12 persen setiap tahunnya, sementara bandara Selaparang mengalami peningkatan tertinggi yaitu sebesar 15 persen.

"Angka pertumbuhan penumpang yang demikian tinggi melatarbelakangi pembangunan bandara ini. Pembangunan BIL dimulai pada bulan November 2005 dan selesai tahun 2011. Secara resmi BIL beroperasi pada 1 Oktober 2011. Pembangunan bandara ini menelan biaya Rp 945,8 miliar dengan sumber pendanaan dari PT Angkasa Pura I, pemerintah Provinsi NTB dan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah," tambah Menteri Perhubungan seperti dikutip dari situs Presiden RI.

Halaman
1234
Penulis: Achmad Subechi
Sumber: Warta Kota

Kronologi Turis Asal Norwegia Diperkosa Karyawan Vila di Bali, Berawal dari Minta Hidupkan Shower

Berita Populer