Kanal

Meresahkan, PMKS di Terminal Tanjung Priok Ditertibkan

Petugas gabungan dari Satpol PP Jakarta Utara dan P3S Suku Dinas Sosial Jakarta Utara saat menertibkan PMKS di Terminal Tanjung Priok, Rabu (12/9). - Warta Kota/Junianto Hamonangan

SEDIKITNYA dua pengamen dan dua Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di Terminal Tanjung Priok, Jakarta Utara ditertibkan.

Kehadiran mereka selama ini dianggap meresahkan para calon penumpang.

Kepala Seksi PPNS dan Penindakan Satpol PP Jakarta Utara Budi Salamun mengatakan kegiatan tersebut diikuti belasan petugas gabungan dari Satpol PP Jakarta Utara dan P3S Suku Dinas Sosial Jakarta Utara.

Petugas gabungan dari Satpol PP Jakarta Utara dan P3S Suku Dinas Sosial Jakarta Utara saat menertibkan PMKS di Terminal Tanjung Priok, Rabu (12/9). (Warta Kota/Junianto Hamonangan)

“Kegiatan tersebut untuk menindaklanjuti adanya laporan dari masyarakat, banyaknya pengamen dan preman di Terminal Tanjung Priok. Biasanya mereka ini mintanya suka memaksa,” kata Budi, Rabu (12/9).

Budi menceritakan pada saat penertiban pihaknya tidak menemukan adanya senjata tajam.

Sementara setiap kali beraksi mereka selalu berpindah-pindah dari satu bus ke bus yang lainnya.

“Selanjutnya pengamen dan PMKS yang ditertibkan, kemudian dibawa oleh Sudin Sosial Jakarta Utara. Kita hanya menangkap aja, nanti selanjutnya diproses sama Dinas Sosial, kan kita gabungan sama Dinas Sosial,” ucapnya.

Sebagai langkah antisipasi, Budi menegaskan selama ini menempatkan personel di lokasi yang dianggap rawan setiap harinya untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi warga Jakarta.

“Kita juga sering operasi dan kita juga taruh personil di titik-titik rawan seperti dari mulai Perempatan Coca Cola, Mambo, Terminal Tanjung Priok, Semper Simpang Lima. Kita sengaja naroh personel di situ,” ungkapnya.

Petugas gabungan dari Satpol PP Jakarta Utara dan P3S Suku Dinas Sosial Jakarta Utara saat menertibkan PMKS di Terminal Tanjung Priok, Rabu (12/9). (Warta Kota/Junianto Hamonangan)

“Tapi kalau ada pengaduan masyarakat itu kita tindaklanjuti secara cepat,” ungkap Budi. (jhs)

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota

Anjing Milik Korban Pembunuhan di Bekasi Tak Mau Makan dan Menangis, Pakar: Bisa jadi Saksi

Berita Populer