Kanal

Andi Arief Sebut Aksi Jokowi Bakal Hapus Peninggalan Presiden Terdahulu Lampaui Akal Mafia Dunia

Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief - Kompas.com/Kristian Erdianto

SEKRETARIS jenderal Partai demokrat, Andi Arief menyebut Presiden Joko Widodo bakal menghapus peninggalan pembangunan yang dilakukan oleh Presiden terdahulu.

Hal tersebut dibuktikannya lewat potret sebuah kolom berita harian lokal Nusa Tenggara Barat (NTB) yang diposting lewat akun twitternya, @AndiArief_ pada Rabu (12/9/2018).

Dalam laporan tersebut, terdapat keterangan Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Nusa Tenggara Barat (NTB), Brigjen TNI (Purn) H Abdul Kadir yang menolak pembongkaran prasasti yang ditandatangani Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Alasannya, karena prasasti tersebut menjadi memorial resmi beroperasinya Bandara International Lombok (BIL) yang berlokasi di Kabupaten Lombok Tengah, NTB pada tanggal 20 Oktober 2011.

"Sampai segininya mau mengubur jejak sejarah," tulis Andi Arief menyinggung Jokowi. (https://twitter.com/AndiArief__/status/1039721953190277120)

Dirinya pun mengaku heran dengan aksi Jokowi-sapaan Joko Widodo; yang hendak mengakui hasil pembangunan pemimpin terdahulu. Aksi tersebut katanya melampaui akal dari mafia nomor satu dunia.

"Saya gak habis fikir sampai ada upaya jokowi untuk mengklaim pembangunan infrastruktur yang dibangun oleh Presiden terdahulu dengan cara mengganti prasastinya, mafia nomor wahid dunia saja tak pernah punya pikiran dan cara ini," tulisnya lagi. (https://twitter.com/AndiArief__/status/1039723770641084421)

Langkah tidak elok yang dilakukan oleh Jokowi menurutnya berkaityan dengan kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

Hal itu dibuktikannya lewat kemunculan isu kasus Century yang kini mencuat kembali.

"Ha ha kaset lama diputer lagi mau pemilu. Kabarnya ini kerjaan Mantan Napi LC Bodong Century Miabakhun yg bayar orang asing dan media asing, aeakan media asing benar. Nanti kita tanyakan ke Misbakhun apa benar dia lakukan ini," tulis Andi Arief.

Halaman
123
Penulis: Dwi Rizki
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota

Anjing Milik Korban Pembunuhan di Bekasi Tak Mau Makan dan Menangis, Pakar: Bisa jadi Saksi

Berita Populer