Kanal

Satpol PP Ultimatum 150 Bangunan Liar dan PKL di Belakang Balai Kota Depok

Petugas satpol pp saat ultimatum sebanyak 150 pemilik bangunan liar (bangli)dan lapak pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Baru Plenongan, Pancoran Mas, Depok, atau di belakang gedung Kantor Wali Kota Depok, yang ditertibkan, dalam waktu dekat. - Warta Kota/Budi Sam Law Malau

SEBANYAK 150 bangunan liar (bangli)dan lapak pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Baru Plenongan, Pancoran Mas, Depok, atau di belakang gedung Kantor Wali Kota Depok, akan ditertibkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok, dalam waktu dekat.

Sebab keberadaan mereka yang menggunakan badan jalan, di atas trotoar atau pedestrian jalan, serta di atas drainase atau saluran air, dinyatakan melanggar aturan.

Para pemilik bangli dan PKL sudah dua kali diultimatum petugas Satpol PP Depok dengan dilayangkannya surat teguran.

Namun sampai Selasa (11/9/2018), keberadaan mereka tetap melanggar aturan dengan menutup sebagian badan jalan, di atas pedestrian serta di atas drainase jalan.

Kepala Satpol PP Kota Depok Yayan Arianto menjelaskan bahwa pihaknya sudah melayangkan surat teguran kedua ke para pemilik bangunan liar dan PKL di Baru Plenongan tersebut pekan lalu atay Jumat 7 September.

"Jika mereka masih berjualan dengan menggunakan badan jalan, di atas pedestrian dan di atas drainase, maka pekan ini akan kami layangkan surat teguran ke 3 ke mereka," kata Yayan, Selasa (11/9/2018).

Jika sepekan setelah surat teguran ke 3, para pemilik bangli dan PKL tetap tak mengindahkannya, tambah Yayan, maka pihaknya akan melayangkan surat perintah bongkar.

"Dengan begitu mereka punya waktu 3 x 24 jam, setelah diterimanya surat perintah bongkar, untuk membongkar sendiri bangunannya. Jika tidak maka akan kami bongkar paksa," kata Yayan.

Yayan menjelaskan keberadaan 150 bangunan liar dan PKL di Jalan Baru Plenongan, melanggar Perda Kota Depok Nomor 16 Tahun 2012, tentang Pembinaan dan Pengawasan Ketertiban Umum (Tibum).

Sebab, bangunan dan lapak PKL berdiri di atas trotoar atau pedestrian jalan, bahkan menggunakan badan jalan.

Halaman
12
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota

Gadis di Sumbar Diperkosa Teman Pacar saat Kelelahan Mendaki Gunung hingga Akhirnya Tewas

Berita Populer