Kanal

KPAI Temukan SMK Swasta di Batam Miliki Sel Tahanan Bagi Siswa

Ilustrasi - Tribun Jabar

PIHAK Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) melalui Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Batam menemukan fakta mengejutkan terkait adanya sebuah SMK swasta di Batam yang memiliki sel tahanan bagi siswa mereka.

Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti, menuturkan bahwa terkait temuan itu disinyalir sudsh banyak siswa SMK tersebut yang sudah dimasukkan ke dalam sel tahanan.

"Dalih pihak sekolah memasukkan siswa atau anak ke dalam tahanan diduga atas nama mendisiplinkan, akibat pelanggaran yang dilakukan siswa tersebut," kata Retno, Selasa (11/9/2018).

Menurut informasi yang diterima KPAI, kata Retno, lama penahanan terhadap siswa tergantung tingkat kesalahannya.

"Bahkan ada siswa yang mengalami penahanan lebih dari satu hari," kata Retno.

Selain itu kata dia, KPAI juga mendapat informasi bahwa hukuman fisik kepada siswa kerap diberikan guru di sekolah tersebut. "Hukuman fisik diberikan sekolah berdasarkan atas nama menertibkan siswa," kata Retno.

Bahkan, kasus terakhir yang dilaporkan ke KPAD Batam di sekolah itu kata dia, ada siswa yang diperlakukan bak pelaku tindak pidana kriminal.

"Di mana tangannya sampai diborgol dan dimasukkan dalam sel tahanan serta mengalami tekanan psikologis karena dipermalukan di media sosial," kata Retno.

Selain kasus di Batam, kata Retno KPAI juga akan menyampaikan hasil pengawasan atas sejumlah kasus tawuran pelajaran di mana kembali menelan korban tewas di Jakarta beberapa hari lalu.

Yakni korban adalah AH (15) siswa SMA Muhammadiyah 15 Slipi, Jakarta Barat.

Menurut polisi, katanya tewasnya AH karena diserang dengan celurit dan air keras. Moifnya diketahui bermula dari saling ejek di media sosial.

"Ada 29 orang ditangkap polisi, 10 orang di antaranya sudah ditetapkan sebagai tersangka. Polisi mengungkapkan adanya peran alumnus salah satu sekolah yang bertikai itu sehingga tawuran terjadi," katanya.

KPAI mencatat, terhitung sejak 23 Agustus 2018 hingga Sabtu (8/9/2018), sedikitnya telah terjadi empat kali tawuran di wilayah berbeda.

Terkait kedua masalah tersebut yang penanganannya perlu melibatkan pihak sekolah, Dinas Pendidikan, Kemdikbud dan pemerintah daerah, maka kata Retno KPAI akan menyampaikanngya dalam konprensi pers di Kantor KPAI, Jalan Teuku Umar Nomor 10-12, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu 12 September 2018 pukul 13.30.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota

VIDEO John Kei, Sosok Pembunuh Sadis Penghuni Sel Khusus Nusakambangan yang Kini Bertobat

Berita Populer