Kanal

Warga dan Guru Prihatin Melihat Perilaku Ulah Oknum Suporter Persija Rusak Stadion Patriot

Sisa-sisa selongsong peluru gas air mata yang berserakan di Stadion Patriot. - Warta Kota/Muhammad Azzam

WARTA KOTA, BEKASI---Sejumlah oknum Persija melakukan perusakan Stadion Patriot Candrabhaga Kota Bekasi saat laga persahabatan melawan tim asal Malaysia Selangor FA, Kamis (7/9/2018) malam.

Aksi oknum suporter itu menjadi contoh buruk anak-anak kecil yang tinggal di sekitar stadion maupun siswa SDN 16 Kayuringi Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, yang lokasinya tak jauh dari stadion.

Baca: Efek Gas Air Mata Seusai Ricuh Laga Persija Vs Selangor FA, Pelajar SDN 16 Bekasi Dipulangkan

"Bikin khawatir kami warga, anak saya yang kecil pada nanya kok itu dirusak si stadionnya," kata Wiwit, warga sekitar, saat berbincang dengan Warta Kota, Jumat (7/9/2018).

Wiwit menyebut prilaku oknum suporter Persija itu dikhawatirkan ditiru oleh anak-anaknya yang masih kecil.

"Itu pas lagi ribut, lempar-lempar batu kelihatan anak. Saya bilang saja jangan ditiru ya," kata Wiwit.

Ia juga khawatir aksi rusuh yang dilakukan dapat merusak rumahnya karena tidak jauh dari stadion.

Baca: Persija VS Selangor, Pelatih Selangor Bilang Begini

"Rumah saya di belakang stadion, takut aja kalau pas ribut lari ke rumah saya. Tolonglah jangan seperti itu," jelasnya.

Sementara aksi ricuh itu juga dikeluhkan guru SDN 16 Kayuringin Jaya, karena dikhawatirkan memberi contoh buruk dan menganggu seperti efek gas air mata yang dirasakan.

"Kejadian ini jadi preseden buruk sekali, anak-anak jadi bertanya 'Kok kayak gitu?' Kami harus jelaskan juga tidak semua orang Indonesia seperti itu, kamu tidak seperti itu, tidak boleh ditiru," kata Wuri Handayani, guru SDN 16 Kayuringim Jaya.

Baca: Malam Ini, Teco Ingin Persija Merasakan Atmosfer Tekanan Selangor FA di Stadion Patriot Kota Bekasi

Pihak sekolah, kata Wuri, sampai mempulangkan siswanya karena masih ada efek gas air mata yang perih dimata.

"Kalau saya pribadi si agar para suporter bersikap baik. Pemerintah juga harus pikirkan seperti penanganannya atau dampaknya di masyarakat jadi ada evaluasi," ujarnya.

Sebelumnya oknum suporter Persija berbuat kericuhan saat pertandingan persahabatan melawan Selangor FA. Mereka yang tidak memiliki tiket memaksa masuk stadion.

Oknum suporter itu, bahkan melempari baru ke arah polisi dan stadion.

Kericuhan semakin para ketika polisi membubarkan massa dengan menembakkan gas air mata.

Akibatnya massa oknum Persija itu berhamburan di sepanjang Jalan Guntur Raya yang berimbas ke pemukiman warga.

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota

Video Viral Jokowi Hormat Sendiri saat Indonesia Raya Berkumandang, Begini Menurut Undang-undang

Berita Populer