Kanal

Polisi Layangkan Surat Panggilan Kedua Kepada Dua Tersangka Korupsi Proyek Jalan Nangka

Kapolresta Depok - WARTA KOTA/BUDI SAM LAW MALAU

Menurut Didik tim penyidik kemungkinan akan berkordinasi dengan pihak lain untuk membongkar dugaan kasus korupsi Jalan Nangka inim

"Intinya tim penyidik dalam melakukan langkah langkah pemeriksaan dan penyidikan, pasti akan berkoordinasi dengan stakeholder yang lain untuk membuktikan suatu tindak pidana," kata Furkan.

Seperti diketahui Kepolisian Resort Kota (Polresta) Depok menetapkan mantan Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Ismail dan mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok, Harry Prihanto, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pelebaran Jalan Nangka, Tapos, Depok, sejak 20 Agustus 2018 lalu.

Ditaksir ada kerugian negara mencapai Rp 10,7 Miliar melalui APBD 2015, dalam kasus ini.

Meski sudah ditetapkan tersangka, namun polisi belum menahan Nur Mahmudi dan Harry Prihanto. Polisi juga telah melakukan pencekalan terhadap keduanya.

Dalam kasus ini penyidik menduga ada double anggaran dalam pembebasan lahan untuk pelebaran Jalan Nangka.

Dimana Pemkot Depok menganggarkan dana APBD Rp 10,7 Miliar, untuk pembebasan lahan warga guna pelebaran Jalan Nangka. Diduga penganggaran dana ini fiktif.

Karena lahan warga sudah dibebaskan pengembang yang akan membangun apartemen di sana. Hal itu sebagai syarat perizinan untuk adanya apartemen di sana dengan menyiapkan akses jalan masuk untuk fasos fasum.

Sehingga anggaran dari APBD Depok, diduga dikorupsi Wali Kota dan Sekda Depok yang menjabat saat itu.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota

Terekam Kamera Sosok Pria yang Diduga Selingkuhan Angel Lelga, Digerebek Vicky Berduaan di Kamar

Berita Populer